Limpahan dari Glodok, nilai properti Mangga Dua naik 150 persen
Anak usaha PT Agung Podomoro yakin pengunjung Mangga Dua Square 50 ribu per hari, dan mencapai 70 ribu akhir pekan.
Pusat penjualan barang elektronik di Indonesia, Harco Glodok, Jakarta Barat, saat ini tengah direnovasi. Hal itu menyebabkan para pengusahanya berpindah usaha ke Mangga Dua Square yang berlokasi tak terlalu jauh.
General Manager Mangga Dua Square Shindiwaty mengatakan, perpindahan lokasi para pengusaha tersebut diharapkan mampu menambah jumlah pengunjung pusat belanja dikelola PT. Agung Podomoro Grup itu.
Saat ini, jumlah pengunjung Mangga Dua Square telah mencapai angka 50.000 hingga 70.000 pengunjung per hari. "Target pengunjung sekarang 50.000 pengunjung per hari weekdays, 70.000 weekend. Ya bisa ada tambahan 10-20 persen (dengan pindahnya pengusaha electronic Harco Glodok)," kata Shindiwaty di Mangga Dua Square, Jakarta, Sabtu (5/4).
Menurut Sindiwaty, jumlah pengusaha elektronik yang berpindah dari Harco Glodok ke Mangga Dua Square mencapai 200 hingga 300 pengusaha.
"Harapan kami nilai investasi lebih tinggi dari nilai investasi yang sudah ada. Harga sewa, per unit Rp 100.000-Rp 300.000 per meter persegi per bulan. Kalau jual Rp 100 - Rp 500 juta per unit. Tergantung lokasi. Sudah 90 persen tingkat keterisian," jelas Shindiwaty.
Ke depan, Shindiwaty berharap harga properti di kawasan Mangga Dua Square bisa meningkat antara 100-150 persen dalam beberapa tahun ke depan melalui keberadaan para pengusaha elektronik di Mangga Dua Square. Dia mengaku harga properti di Mangga Dua Square dalam dua tahun terakhir sudah meningkat antara 50-100 persen dari harga sebelumnya.
COO Mangga Dua Square Anthonius Chandra menambahkan, perpindahan para pengusaha elektronik ini juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan dari sisi biaya layanan atau service charge.
"Servis Rp 65.000 per meter persegi per bulan. Rata-rata kios ukuran 7-10 meter per segi," imbuh Anton.
Baca juga:
Monorail Adhi Karya terhubung dengan hotel dan mall
Hingga triwulan I, PT PP kantongi kontrak Rp 3,5 triliun
Catat laba 2013 Rp 420 M, PT PP bagi dividen Rp 126 M
Pengusaha properti tolak rencana BRI dan Bank Mandiri caplok BTN
Sektor properti kerap curangi pembayaran pajak