Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha properti tolak rencana BRI dan Bank Mandiri caplok BTN

Pengusaha properti tolak rencana BRI dan Bank Mandiri caplok BTN perumahan. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

Merdeka.com - Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) mengeluhkan wacana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri dan BRI. Mereka khawatir tidak ada lagi bank yang mau menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

"Kami ingin tetap ada bank yang fokus pada KPR FLPP," ujar Ketua Umum Apersi Anton R Santoso di Hotel JW Marriot Kuningan, Jakarta, Rabu (26/3).

Anton mengatakan hingga saat ini FLPP yang tersalurkan oleh BTN hanya sekitar 4.800 unit. Padahal, permintaan akan rumah murah bakal semakin meningkat.

"Bank Mandiri hanya mau menyalurkan 2.000 unit. Bank Mandiri Syariah hanya 1.800 unit. Lantas siapa yang akan menanggung FLPP?" Kata Anton.

Lebih lanjut, Anton berharap FLPP tetap akan disalurkan meski BTN telah diakuisisi baik oleh Bank Mandiri ataupun BRI. Hal ini untuk menjamin masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah. (mdk/bim)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP