LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Lentera Anak: Indonesia, negara di Asia yang menunda aksesi FCTC

Pada 2020, anak muda rentan menjadi penduduk produktif yang sakit-sakitan dan pada akhirnya menjadi beban ekonomi.

2016-05-11 10:35:19
Industri Rokok
Advertisement

Lentera Anak Indonesia bersama Pembaharu Muda di 17 kota dan berbagai organisasi dan komunitas anak muda tengah mengumpulkan surat dari berbagai kalangan sebagai bentuk dukungan kepada Presiden Joko Widodo untuk meratifikasi Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau (FCTC). Indonesia disebut satu-satunya negara di Asia yang belum meratifikasi aturan ini.

"FCTC sudah melindungi anak-anak di 187 negara dari epidemi global konsumsi tembakau. Indonesia satu-satunya negara di Asia yang masih menunda aksesi FCTC," kata Ketua Lentera Anak Indonesia Lisda Sundari seperti dilansir Antara, Jakarta, Rabu (11/5).

Menurut Lisda, bila tidak segera meratifikasi FCTC, Indonesia akan gagal menikmati bonus demografi. Sebab, pada 2020, anak muda rentan menjadi penduduk produktif yang sakit-sakitan dan pada akhirnya menjadi beban ekonomi.

"Hal itu dapat mengancam bonus demografi yang hanya terjadi sekali sepanjang sejarah dari sebuah negara," ujarnya.

Pengumpulan surat dilakukan secara langsung maupun daring. Pembaharu Muda asal Pandeglang Imam Rahma Sanjaya misalnya, mendatangi sekolah-sekolah untuk mengumpulkan surat yang dibuat siswa dan siswi.

Begitu pula dengan Pembaharu Muda dari Jakarta Citra Demi Kirana yang mengumpulkan surat dari anak-anak di Ruang publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA).

Sedangkan, Pembaharu Muda dari Padang, Febrian dan Gesyca tengah mengumpulkan surat dari 18 kota dan kabupaten di Sumatera Barat bersama anak-anak dari Forum Anak Sumatera Barat.

"Surat yang terkumpul akan diantarkan kepada Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, pada peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, akhir Mei 2016 mendatang," jelas Lisda.

Saat ini surat yang terkumpul sudah mencapai 5.000 surat dari target 10.000 dan masih menunggu kiriman surat dari masyarakat di seluruh Indonesia.

Baca juga:
Lima negara dengan harga rokok termahal
5 Fakta unik di balik industri rokok dunia
Lindungi anak dari bahaya rokok, pemerintah diminta ratifikasi FCTC
BPS: Rokok salah satu barang konsumsi terbesar setelah makanan
Lentera Anak: 30 Persen anak Indonesia merokok sebelum umur 10 tahun
Lima negara surga buat perokok
Kuartal awal 2016, Sampoerna bukukan laba bersih Rp 3,1 triliun

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.