LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Lebih dekat dengan PLTA Lamajan peninggalan Belanda di Bandung

Petugas Operator PLTA Lamajan, Bangkit menjelaskan, selama ini PLTA Lamajan hanya sekali menggalami renovasi yakni pada tahun 1993, dan juga lori yang digunakan sampai saat ini belum mengalami kerusakan.

2017-05-05 21:00:00
PLTA
Advertisement

Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lamajan dibangun masa penjajahan Belanda pada tahun 1924, dan mulai beroperasi tahun 1925. Kurang lebih sudah 93 tahun PLTA Lamajan mengaliri listrik untuk warga Bandung Selatan dan sekitarnya.

Merdeka.com bersama media lainnya berkesempatan untuk melihat lebih dekat PLTA Lamajan. Untuk mencapai tempat di mana pembangkit dan turbin berada, rombongan harus turun menggunakan lori sederhana yang juga peninggalan Belanda.

Petugas Operator PLTA Lamajan, Bangkit menjelaskan, selama ini PLTA Lamajan hanya sekali mengalami renovasi yakni pada tahun 1993, dan juga lori yang digunakan sampai saat ini belum mengalami kerusakan.

Advertisement

PLTA Lamajan Syifa Hanifa ©2017 Merdeka.com


"Sekali tahun 1993 (diperbaiki) itu untuk penambahan kapasitas dulunya cuma 5 MW sekarang 16,5 MW per unit," kata Bangkit di PLTA Lamajan yang berada di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Kamis (5/5).

Dalam pengoperasian PLTA, terdapat dua buah pipa pesat sebagai penghubung antara Kolam Tando Harian (KTH) yang menampung air dari hulu dan power house yang berisikan tiga buah turbin dengan daya terpasang 7,25 MW.

Advertisement

"Air dari kolam tandu harian, airnya dari Plengan, punya kolam baru dikasih ke kolam Lamajan dan masuk ke pipa pesat kolam 400 kubik. Dari situ masuk ke turbin air, namanya turbin francis vertikal tipe tubin air Lumajan," jelasnya.

"Pipa ini juga belum pernah bocor dari zaman Belanda," sambungnya.

Sejak bekerja pada November 2016, dia mengakui tidak banyak perbaikan-perbaikan, yang dilakukan hanya perubahan sistem operasional yang dahulunya manual berubah menjadi otomatis.

"Dulu masih manual, dulu ngatur tegangan air debit masuk, frekuensi, sekarang otomatis di ruangan kontrol. Dulu harus ada 4 operator sekarang cuma 1 operator," tutupnya.

Baca juga:
PLTA Jatigede bakal aliri listrik ke Bandara Kertajati
Jatigede jadi PLTA pertama gunakan teknologi lubang raksasa
Cerita PLN butuh 49 tahun untuk bangun PLTA Jatigede
Menengok PLTA pertama bagian dari proyek 35.000 MW
Melihat lebih dekat PLTA Poso 2 karya anak bangsa

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.