Langkah Pemerintah Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah di RI
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengakui, jalan panjang untuk membangkitkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masih rendahnya literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat Indonesia.
Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengakui, jalan panjang untuk membangkitkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah masih rendahnya literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat Indonesia.
Berdasarkan survei Bank Indonesia tahun 2020, literasi ekonomi dan keuangan syariah masyarakat Indonesia masih rendah yaitu sebesar 16,2 persen, sehingga masih banyak ruang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah.
Sementara untuk sektor keuangan syariah lebih rendah lagi. Berdasarkan data survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2019, indeks literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia baru sebesar 8,93 persen dan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 9,1 persen.
"Peran media tentunya menjadi sangat penting dalam meningkatkan literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Memperbanyak informasi dan pemberitaan terkait ekonomi dan keuangan syariah termasuk UMKM menjadi salah satu upaya kita meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah," kata Wapres Ma'ruf katanya dalam Webinar Menanti Kebangkitan Ekonomi Syariah, Minggu (4/7).
Untuk itu, dirinya juga mengajak peran serta media baik cetak, elektronik, maupun digital menyediakan ruang khusus bagi pemberitaan, edukasi dan rubrik ekonomi dan keuangan syariah serta UMKM. Dengan semakin banyaknya konten-konten variatif dan inovatif membahas ekonomi dan keuangan syariah, maka masyarakat akan semakin tertarik dan mudah memperoleh pemahaman terkait ekonomi dan keuangan syariah sejak dari awal.
Di lain pihak, berkembangnya literasi keuangan syariah melalui media juga tidak dapat kita lepaskan dari peran para jurnalis sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan independen. Oleh karenanya, media juga harus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman jurnalis terhadap prinsip-prinsip ekonomi dan keuangan syariah, sehingga informasi yang disajikan menjadi akurat dan tidak menimbulkan bias informasi.
Baca juga:
Ini Sederet Upaya Pemerintah Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah
Bos BI Beberkan 3 Langkah Kembangkan Literasi Ekonomi Syariah
Buku Panduan Magang Ekonomi & Keuangan Syariah Diharapkan Ciptakan SDM Berkualitas
Sri Mulyani Sebut Indonesia Seharusnya Penggerak Utama Ekonomi Syariah
Sri Mulyani: Ekonomi Syariah Mampu Dorong Perekonomian yang Adil
Ma'ruf Amin Luncurkan Buku Panduan Magang Ekonomi dan Keuangan Syariah