LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kritik Jokowi tak luruhkan kemesraan RI dengan Bank Dunia, IMF & ADB

Kemenkeu: Mungkin maksud Pak Jokowi, kita harus bisa memanfaatkan keberadaan mereka.

2015-04-24 07:34:00
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo bersuara keras soal ketergantungan dan pandangan yang menyebutkan bahwa hanya lembaga-lembaga internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi dunia. Dia tidak sependapat dengan itu.

Dalam sambutan pembukaan Konferensi Asia Afrika pada Rabu (22/4), Jokowi mengajak negara-negara Asia Afrika tak lagi tergantung pada lembaga internasional dan mulai membangun kekuatan ekonomi baru.

Sejak masih dipimpin Presiden Soekarno, Indonesia sudah menjadi bagian dari IMF dan Bank Dunia. Meskipun Jokowi melontarkan kritik pedas terhadap Bank Dunia, IMF dan ADB, kemesraan antara Indonesia dan lembaga-lembaga asing itu takkan luntur.

Advertisement

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahazil Nazara memiliki pemahaman sendiri dari pernyataan yang disampaikan Presiden Jokowi. Maksud Jokowi soal tak lagi bergantung bukan diartikan Indonesia keluar dari keanggotaan Bank Dunia, IMF dan ADB.

Suahazil setuju dengan pernyataan Presiden Jokowi. Negara berkembang seperti Indonesia harus mengambil keuntungan dari IMF dan Bank Dunia untuk membantu pembangunan nasional.

"Mungkin maksud Pak Jokowi, kita harus bisa memanfaatkan keberadaan mereka," kata Suahazil kepada merdeka.com, Kamis (23/4) malam.

Advertisement

Direktur INDEF Enny Sri Hartati melihat, keberlangsungan hubungan antara Indonesia dengan Bank Dunia, ADB dan IMF pasca pidato Presiden Jokowi sangat tergantung dari persoalan utang. Pernyataan Jokowi agar tidak lagi bergantung pada lembaga asing itu akan ditunggu realisasinya.

"Kalau Indonesia tetap meminjam, tetap ada proporsional. Namun lebih baik Indonesia itu tidak lagi bergantung," ujar Enny.

Sesungguhnya, kata dia, negara-negara Asia pernah berencana membuat tatanan baru di dunia. Dengan China sebagai pemimpinnya. "Namun karena konsepnya belum jelas akhirnya batal."

Baca juga:
Menebak alasan Presiden Jokowi kritik keras Bank Dunia, IMF dan ADB
Bank Dunia dan IMF penjajahan gaya baru, pantas Jokowi kritik keras
Napak tilas sejarah panjang hubungan mesra RI, Bank Dunia, IMF & ADB
Jokowi presiden paling keras kritik IMF dan Bank Dunia
Presiden Jokowi kritik Bank Dunia & ADB tapi masih bergantung utang
Aksi heboh wanita Femen setengah bugil hadang mobil mantan bos IMF

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.