LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Koperasi Industri Gula Jadi Kunci Swasembada Pangan Nasional, Menkop Ferry Juliantono Tekankan Pentingnya Kemitraan

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan peran vital Koperasi Industri Gula untuk swasembada pangan 2028. Strategi penguatan ekosistem ini penting bagi kesejahteraan petani dan produksi gula nasional.

Sabtu, 06 Jun 2026 21:01:21
koperasi industri gula
Menteri Koperasi Ferry Juliantono menekankan peran vital Koperasi Industri Gula untuk swasembada pangan 2028. Strategi penguatan ekosistem ini penting bagi kesejahteraan petani dan produksi gula nasional. (AntaraNews)
Advertisement

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyoroti urgensi integrasi koperasi dalam ekosistem industri gula. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerjanya di Kediri, Jawa Timur, pada Sabtu (6/6/2026). Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan kemitraan antara petani dan koperasi di sektor vital tersebut.

Kemitraan yang solid antara petani, koperasi, dan industri gula dianggap krusial oleh Kementerian Koperasi. Sektor gula merupakan komoditas strategis yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Pemerintah telah menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2028.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, penguatan sektor hulu hingga hilir secara terintegrasi sangat diperlukan. Koperasi diharapkan menjadi tulang punggung dalam upaya peningkatan produksi dan distribusi gula nasional, memastikan pasokan yang berkelanjutan.

Tantangan dan Peluang Swasembada Gula Nasional

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan gula nasional. Produksi gula nasional pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar 2,67 juta ton. Angka ini jauh di bawah kebutuhan nasional yang mencapai sekitar 9,1 juta ton per tahun.

Advertisement

Kesenjangan antara produksi dan kebutuhan ini menunjukkan peluang besar untuk peningkatan produksi tebu dan gula. Kondisi ini sekaligus membuka ruang bagi penguatan peran petani, koperasi, dan industri gula. Tantangan utama bagi petani tebu saat ini bukan hanya peningkatan produksi, melainkan juga kepastian pasar.

Petani juga membutuhkan kepastian penyerapan hasil panen, serta kepastian usaha yang menguntungkan. Aspek-aspek ini menjadi fokus utama dalam upaya mencapai swasembada gula dan menjamin keberlanjutan mata pencarian petani.

Advertisement

Koperasi sebagai Penggerak Utama Ekosistem Gula

Dalam konteks tersebut, koperasi memiliki peran strategis sebagai offtaker atau pembeli hasil panen petani. Koperasi dapat menghimpun hasil panen, memperkuat posisi tawar anggota, dan menjamin kontinuitas pasokan bagi industri. Ini menciptakan rantai pasok yang lebih stabil dan efisien.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memaparkan contoh konkret kemitraan yang dibangun oleh Koperasi Kana bersama Koperasi Petani Tebu dan PT Indogula Jayabaya. Kemitraan ini menunjukkan bagaimana koperasi dapat menjadi penghubung efektif antara produksi rakyat dan kebutuhan industri nasional. Model kolaborasi ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah.

Ke depan, koperasi tidak boleh hanya berfungsi sebagai pengumpul hasil panen semata. Koperasi harus "naik kelas" menjadi pelaku usaha yang mampu menciptakan nilai tambah signifikan bagi anggotanya, termasuk melalui pengolahan produk hilir. Ini akan memperkuat posisi koperasi dalam ekosistem industri gula.

Inovasi dan Dukungan untuk Koperasi Berdaya Saing

Kementerian Koperasi mendorong koperasi-koperasi untuk kembali masuk ke sektor produktif. Sebagai contoh, jika Koperasi Kana bisa menghasilkan gula putih atau gula merah, produk tersebut dapat dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Langkah ini akan memperluas jangkauan pasar bagi produk koperasi.

Lebih jauh, koperasi memiliki potensi untuk membangun pabrik kecap dengan menggunakan bahan gula merah. Produk kecap ini kemudian dapat didistribusikan melalui jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, sehingga dapat membangun ekosistem petani tebu yang terintegrasi dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.

Presiden Prabowo Subianto menginginkan koperasi menjadi badan usaha yang tidak kalah dengan badan usaha swasta atau badan usaha milik negara. Untuk mendukung visi ini, Badan Layanan Umum (BLU) Kementerian Koperasi, yaitu Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), siap membantu pembiayaan untuk pengembangan bisnis koperasi seperti Koperasi Kana.

Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, menambahkan bahwa kerja sama dengan Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri menjadi momentum penting. Kemitraan ini adalah langkah nyata untuk menyatukan petani dan koperasi, serta menunjukkan bahwa koperasi akan menjadi pelaku utama dalam sektor produksi, pengolahan, dan distribusi. Mereka juga telah mendapat kepercayaan dari mitra internasional dari Swiss, yang menambah semangat untuk memperluas kapasitas dan menghadirkan model bisnis koperasi yang semakin profesional dan berdaya saing. Ketua Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri, Desi Permatasari, juga menegaskan bahwa sinergi ini adalah langkah nyata untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendukung pertumbuhan gula nasional.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Anomali Dolar Perkasa dan Tantangan Pariwisata Indonesia: Mengapa Devisa Justru Melorot?
  • PLN Selesaikan Fondasi Tower Emergency, Percepat Pemulihan Listrik Sumut Pasca Cuaca Ekstrem
  • Percepatan Pemulihan Pascabencana Pidie: PRR Aceh Soroti Kerusakan Sawah
  • BPJAMSOSTEK Mimika Gencarkan Program Penghijauan, Bagikan Bibit Tanaman di Car Free Day
  • Aksi Bersih Sampah Medan: Pemkot Kumpulkan 28 Ton Sampah pada Hari Lingkungan Hidup
  • ekonomi rakyat
  • ferry juliantono
  • kediri
  • kementerian koperasi
  • kemitraan
  • ketahanan pangan
  • konten ai
  • koperasi industri gula
  • lpdb
  • merdekaantara
  • petani tebu
  • swasembada gula
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.