LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

KKP perbaiki 20 pelabuhan genjot peningkatan penjualan ikan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengusung 5 program, guna menjadikan perikanan tangkap sebagai penyumbang terhadap produksi perikanan Indonesia dan dapat menyuplai pangan masyarakat Indonesia.

2017-03-11 13:00:00
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Advertisement

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengusung 5 program, guna menjadikan perikanan tangkap sebagai penyumbang terhadap produksi perikanan Indonesia dan dapat menyuplai pangan masyarakat Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Sjarief Widjaja mengatakan saat ini ini sumbangsih DJPT terhadap PDB perikanan nasional sebesar 3,14 persen dan ditargetkan naik menjadi 6 persen pada tahun ini.

"Posisi kita masih sekitar Rp 255 triliun, kita harapkan akan menjadi sebesar hampir Rp 800-900 triliun. Sebetulnya dari PDB satelit sudah Rp 600 triliun, kita akan dorong jadi Rp 800-900 triliun," kata Sjarief seperti dikutip laman resmi KKP, Sabtu (11/3).

Advertisement

Kelima program tersebut, di antaranya peningkatan produksi perikanan, peningkatan skala ekonomi, peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), peningkatan nilai tukar nelayan, dan pembentukan komunitas nelayan yang sejahtera.

Sjarief menambahkan, pihaknya juga akan melaksanakan program perbaikan 20 pelabuhan sebagai pusat bisnis yang potensial. Perbaikan pelabuhan ini terdiri dari tempat penjualan ikan (TPI) yang tertutup dan higenis, pengaspalan jalan, penyediaan akses air bersih, serta pengadaan seragam dan sepatu boot untuk para nelayan.

Nantinya, KKP akan menambah fasilitas pelabuhan dengan pengadaan bengkel maritim, kedai maritim, rumah kemasan untuk branding produk perikanan, dan transportasi untuk para nelayan berangkat dari kampung nelayan ke pelabuhan. Bengkel maritim tersebut akan menjual sparepart, dan keperluan kapal.

Advertisement

Ada pun kedai maritim akan menjual kebutuhan pokok untuk para nelayan seperti beras, telur, gula, kopi dan kebutuhan pangan lainnya. Sjarief mengatakan bahwa nelayan diperbolehkan untuk mengutang dan membayarnya dengan ikan.

"Nanti (nelayan) bisa ngutang, bayarnya pakai ikan. Kenapa begitu? Karena saya mau motong jalur tengkulak. Jadi kalau lihat seperti ini center-nya pelabuhan ya," imbuhnya.

Peremajaan sistem juga akan dilakukan dengan menaruh GPS di kapal-kapal 10 GT, pengadaan 12.000 VMS baru untuk kapal diatas 30 GT, juga pemasangan CCTV di setiap pelabuhan.

Nantinya semua akan dimonitor di kantor DJPT untuk melihat jika ada kapal yang tenggelam atau melakukan pelanggaran. Ditargetkan juga pada tahun ini akan dibuka 11 Kantor Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Regional baru.

"Saya berharapkan satu tahun ini selesai, karena anggarannya sudah distribukan," pungkas Sjarief.

Baca juga:
KKP tangkap 4 kapal asing asal Vietnam di perairan Natuna
KKP akan tawarkan banyak kerja sama bidang kelautan ke Raja Salman
Menteri Susi lantik empat pejabat Eselon I
Begini kronologi penangkapan 9 penyelundup benih lobster ke Vietnam
Penyelundupan 65 ribu bibit lobster ke Vietnam digagalkan petugas
Menteri Susi ajak PBB dan Uni Eropa berantas pencurian ikan
Anak buah Menteri Susi tangkap kapal asing berbendera Malaysia

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.