Keuangan Perusahaan Berdarah-darah, Wijaya Karya Fokus pada 3 Tujuan Ini
Agung menceritakan, sisi pendapatan dan laba yang diterima Wika jelas sangat terdampak akibat pandemi Covid-19. Seperti pada 2020 lalu, di mana laba bersih perusahaan merosot 88 persen dari Rp2,621 triliun pada 2019 menjadi hanya Rp322 miliar.
Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika, Agung Budi Waskito tak menampik jika keuangan BUMN Karya saat ini tengah berdarah-darah, yang dimulai sejak 2020 lalu. Kondisi saat ini berkebalikan 180 derajat dengan 5 tahun sebelumnya, di mana saat itu pembangunan infrastruktur tengah gencar dilakukan.
"Dalam 5 tahun terakhir pemberitaan pesat pembangunan infrastruktur oleh BUMN karya. Namun dalam sebulan atau 2 minggu terakhir pemberitaannya mengenai keuangan BUMN karya yang berdarah-darah. Sehingga kami perlu sampaikan situasi saat ini akibat pandemi Covid-19," tuturnya dalam sesi webinar, Rabu (14/4).
Agung menceritakan, sisi pendapatan dan laba yang diterima Wika jelas sangat terdampak akibat pandemi Covid-19. Seperti pada 2020 lalu, di mana laba bersih perusahaan merosot 88 persen dari Rp2,621 triliun pada 2019 menjadi hanya Rp322 miliar.
"Sehingga yang kita tuntut setelah adanya new normal. Tentu kami Wika pada intinya adalah mempersiapkan yang akan datang. Di antaranya nanti yang terkait dengan operasional, digitalisasi dan investasi," ungkapnya.
Menindaklanjuti situasi ini, Wijaya Karya disebutnya telah melakukan beberapa action plan selama masa krisis pandemi Covid-19. Agung juga memastikan jika perseroan hanya berfokus pada 3 tujuan (goal) saja.
"Jadi yang pertama tentunya adalah likuiditas keuangan kita yang baik. Yang kedua adalah saya harus menjamin bahwa kesehatan karyawan adalah menjadi yang utama. Ketiga adalah efisiensi biaya karena hal ini untuk menaikkan laba perusahaan," paparnya.
Menurut dia, Wika tidak mau muluk-muluk selama pandemi ini. Perusahaan hanya ingin fokus pada 3 target tersebut, dan untuk sejenak melupakan angan-angan akan laba dan pendapatan proyek yang besar.
"Tentunya yang paling penting kami di tahun 2020 pada saat pandemi kita akui kita tidak ada investasi baru. Artinya iya hanya melanjutkan yang sudah ada. Kemudian Kita juga tidak ada PHK," tegas Agung.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Petinggi Dipanggil KPK, WIKA Bakal Terapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan
WIKA Renovasi Gedung Sarinah Pakai 100 Persen Bahan Bangunan Buatan Indonesia
Giliran BUMN Karya Tagih Utang ke Pemerintah
Erick Thohir Angkat Agung Budi Waskito jadi Direktur Utama Wijaya Karya
Wijaya Karya dan Waskita Tak Ketinggalan Tagih Utang ke Pemerintah
Wika Beton Raup Laba Bersih 2019 Rp510,7 M, Incar Rp561,2 M di 2020