Ketahanan pangan, SBY dorong kerja sama global
"Populasi dunia saat ini menjadi 7,2 miliar akan naik menjadi 10 miliar."
Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyadari bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan ketahanan pangan. Persoalan yang juga tengah dihadapi dunia.
Untuk itu, perlu kerja sama global guna meningkatkan ketahanan pangan. "Populasi dunia saat ini menjadi 7,2 miliar akan naik menjadi 10 miliar. Pertumbuhan masyarakat ini disumbang oleh negara yang memiliki pendapatan menengah dan rendah. Ini jelas tak hanya mengubah kuantitas tapi juga kualitas,"ujar SBY saat konferensi internasional bertajuk "Feeding The Zone", Jakarta, Sabtu (14/5).
Dalam konferensi tersebut, SBY juga tak lupa menceritakan keberhasilannya memimpin Indonesia. Menurutnya, ekonomi Indonesia tumbuh membaik di dua periode kepemimpinannya.
"Saat saya menjadi presiden, pemerintah bisa mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi yang cukup baik, untuk memfasilitasi lapangan kerja bagi para pencari kerja baru, dan menyediakan ketahanan pangan di negara dengan populasi yang cukup tinggi,"
Atas dasar itulah, SBY berharap Jokowi Widodo selaku penerusnya bisa melanjutkan kesuksesan pernah diraih pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, beberapa kendala yang dihadapi pemerintahan Jokowi saat ini adalah kemerosotan harga minyak dunia dan perlambatan ekonomi China, notabene mitra dagang utama Indonesia, dan ketersediaan pangan.
"Kita berharap Presiden Jokowi, suksesor saya, sukses mencapai apa yang sudah dia mulai," katanya.
Baca juga:
Asosiasi pangan klaim pasokan aman jelang puasa dan lebaran
Mari Elka dorong kearifan lokal jadi solusi ketahanan pangan
Chelsea Islan: Berton-ton makanan terbuang setiap hari
JK: Di Indonesia, 2 kali pemerintahan berganti karena masalah pangan