LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kereta logistik Jakarta-Bandung hemat Rp 3 juta per kontainer

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengatakan jalur KA Petikemas Gedebage-Tanjung Priok siap melayani distribusi barang dengan empat jadwal keberangkatan. Dengan adanya kereta ini, biaya distribusi barang turun hingga Rp 3 juta per kontainer. Keberangkatan dari Gedebage-Tanjung Priok dijadwalkan dalam dua kali sehari.

2017-01-13 15:04:00
biaya logistik
Advertisement

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengatakan jalur KA Petikemas Gedebage-Tanjung Priok siap melayani distribusi barang dengan empat jadwal keberangkatan. Dengan adanya kereta ini, biaya distribusi barang turun hingga Rp 3 juta per kontainer.

Direktur PT KAI Edi Sukmoro menjelaskan keberangkatan dari Gedebage-Tanjung Priok akan dijadwalkan dalam dua kali sehari. Jadwal ini dilakukan agar tidak bentrok dengan kereta api angkutan penumpang.

"Kita juga harus pikirkan perjalanan KRL manaka jam sibuk masuk ke kota Jakarta akan bertemu dengan KRL. Kita sesuaikan supaya tidak mengganggu perjalanan KRL," kata Edi di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (13/1).

Advertisement

Edi menjelaskan KAI menyiapkan gerbong datar 42 ton sebanyak 53 unit dan gerbong datar 46 ton sebanyak 14 unit. Lokomotif sebanyak dua unit plus satu unit cadang. Kapasitas volume per hari sebesar 120 TEU per hari atau setara 2.400 ton per hari.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelindo II Elvyn G Masassya mengatakan dengan adanya angkutan kereta api Gedebage-Tanjung Priok dapat menghemat biaya angkut logistik Bandung-Jakarta sekitar Rp 3 juta per kontainer. Dari Rp 7 juta per kontainer menjadi Rp 4 juta per kontainer.

"Di berbagai belahan dunia terjadi dinamika terkait aktifitas industri pelabuhan. Jika sebelumnya, di berbagai negara dikenal port to port. Konsep ini sekarang tidak cukup lagi untuk percepatan pertumbuhan ekonomi," kata Elvyn.

Advertisement

Lebih lanjut, dia menambahkan konsep angkutan logistikan di dunia saat ini yaitu door to door, yang terkoneksi dengan aktivitas di sekitarnya, meliputi transportasi, pergudangan, dan industri.

"Kami secara sungguh-sungguh mendukung dan mendorong konsep door to door terlaksana baik," pungkasnya.

Baca juga:
Bertemu Setnov, warga Rembang curhat soal pabrik semen
Ini aturan soal izin pemindahan aset BUMN tanpa restu DPR
Jasa Marga akui Jembatan Cisomang masih bergeser sekitar 3 milimeter
Menteri Rini dorong UKM jual produk online untuk perluas pasar
PGN alirkan gas bumi ke 4.000 rumah tangga di Batam
BPK pertanyakan aturan baru jual BUMN tanpa izin DPR
Soal kasus pajak, Luhut panggil Inalum dan Pemprov Sumut

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.