LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kenaikan tarif listrik hingga BBM pengaruhi inflasi Januari 2017

Di awal tahun 2017 ini banyak hal yang harus diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat, berkaitan dengan kenaikan harga komoditas (inflasi). Seperti kenaikan tarif listrik, penyesuaian harga LPG 3 kilogram, hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Inflasi pada Januari 2017 berada di 0,7 persen.

2017-01-06 18:29:03
Inflasi
Advertisement

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan di awal tahun 2017 ini banyak hal yang harus diwaspadai oleh pemerintah dan masyarakat, berkaitan dengan kenaikan harga komoditas (inflasi). Seperti kenaikan tarif listrik, penyesuaian harga LPG 3 kilogram, hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Kita memahami di 2017 itu diawal tahun ada subsidi listrik 900va diangkat. Dan jg kita tahu bahwa akan ada penyesuaian harga LPG 3kg. Ini merupakan potensi tekanan bagi Inflasi. Tadinya saya khawatir harga STNK itu akan menekan inflasi tapi ternyata sudah diklarifikasi bahwa bukan pajak STNK yang naik. Jadi itu tidak khawatir dengan itu," kata Agus di Jakarta, Jumat (6/1).

Meski demikian, pihaknya masih meyakini bahwa inflasi di Januari 2017 masih akan tetap terkendali. Hal ini dilihat dari harga pangan strategis (volatile food) yang berhasil ditekan di Desember 2016.

Advertisement

Bukan hanya itu, lanjutnya, harga komoditi andalan Indonesia untuk ekspor di akhir tahun 2016 menunjukkan kondisi yang lebih baik. Volume penjualannya juga cukup baik, sehingga diharapkan bisa menjadi awal 2017 yang baik.

Dengan demikian, dia memperkirakan inflasi pada Januari 2017 berada di tingkat 0,6 persen hingga 0,7 persen. Bahkan, Agus optimis inflasi di tahun 2017 masih akan bertahan di kisaran 5-5,4 persen.

"Kita harapkan secara umum volatile food bisa dikendalikan. Sehingga kalau ada peningkatan bisa membuat inflasi sesuai target. Kita sambut baik inflasi 2016 kan 3,02 persen, itu lebih baik dibanding 2015 3,35 persen," imbuhnya.

Advertisement

Baca juga:
Sempurnakan pengawasan keuangan, Bos BI lantik Deputi Gubernur baru
Pemahaman masyarakat, kunci redenominasi
Redenominasi tak sekedar poles citra Indonesia
Penyederhanaan rupiah yang tak sederhana
Bank Indonesia sebar uang baru senilai Rp 65,9 miliar di Sulsel
Bos BEI dan BI kompak dukung Sri Mulyani putus kontrak JP Morgan
Jokowi diminta waspadai lonjakan inflasi karena penghapusan subsidi

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.