LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kenaikan Harga Minyak Goreng Jadi Penyebab Inflasi November 0,37 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, inflasi bulan November 2021 sebesar 0,37 persen menunjukkan adanya perbaikan ekonomi. Sebab transaksi barang dan jasa semakin banyak. Terutama terjadinya permintaan minyak goreng yang menyumbang inflasi hingga 0,8 persen.

2021-12-01 12:30:20
Inflasi
Advertisement

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan, inflasi bulan November 2021 sebesar 0,37 persen menunjukkan adanya perbaikan ekonomi. Sebab transaksi barang dan jasa semakin banyak. Terutama terjadinya permintaan minyak goreng yang menyumbang inflasi hingga 0,8 persen.

"Faktor permintaan ini lebih dominan meningkatkan inflasi. Ini tanda-tanda pemulihan ekonomi secara umum," kata Margo dalam sesi teleconference, Senin (1/12).

Tak hanya minyak goreng, komponen lainnya juga menunjukkan peningkatan. Antara lain ayam ras yang menyumbang inflasi 0,06 persen, tarif angkutan udara 0,25 persen. Naiknya harga tiket pesawat terjadi karena permintaannya sudah mengalami kenaikan 0,05 persen.

Advertisement

"Ini sejalan dengan mobilitas penduduk yang semakin baik, makanya permintaan angkutan udara sudah naik," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memprediksi harga minyak goreng akan terus meningkat sampai awal 2022. Hal itu disebabkan karena terjadi kenaikan harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit dunia.

"Ini berpotensi terus bergerak, dan kita memprediksi sampai kuartal I-2022 pun masih meningkat terus, karena termasuk sebagai komoditi supercycle harganya melonjak tajam," kata Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan, dalam diskusi Indef PEI 2022: Pemulihan di Atas Fundamental Rapuh, Rabu (24/11).

Advertisement

Menurutnya, CPO sebagai komoditas supercycle memiliki kelebihan dan disisi lain menimbulkan dampak negatif terhadap harga minyak goreng jika harga meningkat, maka kemungkinan harga minyak goreng juga akan naik terus.

"Maka dari itu saat ini, pemerintah sudah berbicara dengan para produsen untuk menginformasikan secara rutin kepada masyarakat tentang posisi harga minyak goreng ini setiap waktu. Sehingga ini harus ada edukasi kepada masyarakat bahwa beberapa komoditi akan kemungkinan naik," ujarnya.

Baca juga:
Inflasi November Capai 0,37 persen, Tertinggi Sepanjang 2021
Sri Mulyani Waspadai Dampak Inflasi dan Kebijakan Moneter Negara Maju
Survei BI: Telur Ayam dan Minyak Goreng Penyumbang Utama Inflasi November 2021
Mengenal Dampak Inflasi, Ketahui Jenis dan Penyebabnya
Inflasi Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi Nasional
Jokowi: Dampak Pandemi Kemana-mana, dari Krisis Energi Hingga Kontainer Langka

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.