Inflasi Jadi Tantangan Pemulihan Ekonomi Nasional
Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, terdapat satu permasalahan baru yang berpotensi menghambat pemulihan ekonomi global pasca pandemi Covid-19, yakni inflasi.
"Dan ini akan menjadi tantangan yang nyata," ungkapnya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Jakarta, Kamis (25/11).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyatakan, permasalahan inflasi saat ini lumrah dijumpai di negara-negara maju, salah satunya Amerika Serikat (AS). Bahkan, inflasi yang terjadi di AS mencapai 6,2 persen, yang merupakan rekor tertinggi sejak 30 tahun terakhir.
"Ini akan menjadi tantangan yang nyata bagi Jerome Powell (Gubernur The Fed) yang baru saja ditunjuk Presiden Joe Biden. Bagaimana langkah-langkahnya untuk menjinakkan kembali inflasi di Amerika Serikat tanpa menyebabkan pelemahan ekonomi di Amerika dan guncangan terhadap dunia," terangnya.
Selain di negara maju Amerika, dampak inflasi juga terasa di sejumlah negara. Antara lain disebabkan oleh meroketnya harga sejumlah komoditas pangan penting.
Untuk itu, Sri Mulyani terus memantau tren inflasi terhadap Indonesia. Upaya ini dimaksudkan agar dampak buruk dari inflasi tidak menghambat proses pemulihan ekonomi nasional.
"Kita juga harus hati-hati terhadap tren harga pangan dunia. Meskipun untuk Indonesia dengn kondisi curah hujan yang cukup teratur, di mana dalam dua tahun terakhir kita melihat beras mengalami produksi cukup baik dan konsisten," tandasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya