LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Kementan Pastikan Survei Investigasi Desain Program Cetak Sawah di Kalimantan Terealisasi 100 Persen

Kementerian Pertanian mengumumkan Survei Investigasi Desain (SID) Program Cetak Sawah di Kalimantan untuk tahun 2026 telah terealisasi 100 persen, mencakup 16.450 hektare lahan.

Minggu, 07 Jun 2026 06:01:09
cetak sawah
Kementerian Pertanian mengumumkan Survei Investigasi Desain (SID) Program Cetak Sawah di Kalimantan untuk tahun 2026 telah terealisasi 100 persen, mencakup 16.450 hektare lahan. (AntaraNews)
Advertisement

Kementerian Pertanian (Kementan) melaporkan bahwa Survei Investigasi Desain (SID) untuk Program Cetak Sawah di Kalimantan tahun 2026 telah mencapai realisasi penuh. Total 16.450 hektare lahan di wilayah Kalimantan telah melalui tahapan SID, menandakan kesiapan program.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan, Hermanto, mengungkapkan capaian ini dalam Rapat Koordinasi Cetak Sawah se-Kalimantan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Realisasi 100 persen ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat program ketahanan pangan.

Program cetak sawah ini terbagi menjadi dua skema utama, yaitu swakelola dan paket penyedia, dengan sebagian besar dilaksanakan secara swakelola. Percepatan ini diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan luas lahan pertanian.

Realisasi SID dan Skema Pelaksanaan Program Cetak Sawah

Data Sistem Informasi Cetak Sawah (SICS) Kementan menunjukkan bahwa dari total 16.450 hektare lahan yang disurvei, 14.726,25 hektare atau 89,52 persen dilaksanakan melalui skema swakelola. Sementara itu, 1.724,70 hektare atau 10,48 persen lainnya menggunakan skema paket penyedia.

Advertisement

Provinsi Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya daerah yang berhasil menuntaskan penayangan paket secara penuh untuk skema penyedia. Seluruh alokasi 1.724,70 hektare di Kalimantan Selatan telah mencapai 100 persen realisasi dalam tahapan ini.

Di provinsi lain, Kalimantan Tengah mengalokasikan 9.192,36 hektare sepenuhnya melalui swakelola. Kalimantan Timur juga melaksanakan 3.342,07 hektare secara swakelola, menunjukkan dominasi skema ini dalam program cetak sawah di wilayah tersebut.

Advertisement

Kalimantan Utara memiliki 2.191,82 hektare lahan yang sebagian besar juga menggunakan skema swakelola. Sebagian dari lahan ini, sekitar 1.389,00 hektare, telah mencapai progres surat perintah mulai kerja (SPMK), menandakan dimulainya persiapan fisik.

Progres Tahapan Teknis dan Administrasi Lapangan

Secara keseluruhan, tahapan pre-construction meeting (PCM) untuk Program Cetak Sawah di Kalimantan telah mencapai 100 persen. Ini menunjukkan bahwa persiapan teknis awal di lapangan telah rampung sepenuhnya sebelum pekerjaan fisik dimulai.

Selain itu, tahapan mutual check awal (MC-0) juga menunjukkan progres signifikan, mencapai 16.095,34 hektare atau 97,84 persen dari total lahan. Angka ini mengindikasikan kesiapan teknis lapangan yang hampir matang untuk memulai konstruksi.

Surat perintah mulai kerja (SPMK) pada skema penyedia telah diterbitkan untuk 1.369,09 hektare lahan. Penerbitan SPMK ini menjadi tanda dimulainya pelaksanaan awal pekerjaan fisik di beberapa titik prioritas yang telah ditentukan.

Di Kalimantan Selatan, seluruh paket telah memasuki tahapan pengadaan yang lengkap, mulai dari penawaran, evaluasi, penetapan pemenang, hingga kontrak e-katalog. Proses administrasi yang terstruktur ini memastikan kelancaran pelaksanaan program.

Strategi Percepatan dan Dukungan untuk Ketahanan Pangan

Hermanto menegaskan bahwa percepatan Program Cetak Sawah di Kalimantan dilakukan melalui beberapa strategi kunci. Ini termasuk penguatan proses pengadaan dan percepatan penyerahan jaminan pelaksanaan untuk menghindari hambatan administratif.

Monitoring harian dan evaluasi paralel juga diterapkan untuk memastikan ketepatan waktu pelaksanaan dan identifikasi dini potensi masalah. Langkah-langkah ini krusial untuk menjaga momentum program agar sesuai target.

Keberhasilan program cetak sawah tahun 2026 sangat membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah. Keterlibatan pemerintah daerah penting dalam memfasilitasi mobilisasi alat dan bahan serta pendampingan calon petani calon lokasi (CPCL).

Selain itu, pengawasan lintas pihak juga diperlukan guna mendukung percepatan realisasi fisik dan penguatan ketahanan pangan nasional. Sinergi antara berbagai pihak diharapkan mampu mengoptimalkan hasil program ini.

Advertisement

Sumber: AntaraNews

Berita Terbaru
  • Sindikasi dan AJI Ungkap Kerentanan Pekerja Kreatif dan Jurnalis di Indonesia
  • Kementan Pastikan Survei Investigasi Desain Program Cetak Sawah di Kalimantan Terealisasi 100 Persen
  • Jerman Tutup Persiapan Piala Dunia dengan Kemenangan atas AS, Kai Havertz Bintang Lapangan
  • Portugal Tundukkan Chile 2-1 dalam Laga Uji Coba Penuh Drama Kartu Merah
  • Pengusaha Peringatkan Potensi PHK Massal di Industri Rokok
  • cetak sawah
  • kalimantan
  • kementerian pertanian
  • ketahanan pangan
  • konten ai
  • lahan irigasi
  • merdekaantara
  • paket penyedia
  • pertanian indonesia
  • program pertanian
  • sid kementan
  • swakelola
Artikel ini ditulis oleh
Editor Redaksi Merdeka
R
Reporter Redaksi Merdeka
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.