Kemenkeu Siapkan Pengganti Masyita Crystallin, Dirjen SPSK Segera Terisi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah memproses calon pengganti Masyita Crystallin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) Kemenkeu, menyusul kepindahan Masyita ke Danantara Investment Management.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah menyiapkan sosok pengganti Masyita Crystallin. Masyita sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) di Kementerian Keuangan.
Pergantian ini dilakukan menyusul keputusan Masyita Crystallin untuk beralih tugas ke PT Danantara Investment Management (Persero). Purbaya menyatakan proses penunjukan pengganti sedang berjalan dan akan diumumkan setelah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan ini disampaikan Purbaya kepada awak media di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat (13/2). Perpindahan Masyita ke entitas baru ini efektif sejak 11 Februari 2026, di mana ia akan menjabat sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning.
Proses Penunjukan Dirjen SPSK Baru
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa nama calon pengganti Masyita Crystallin sudah ada di tangan Kementerian Keuangan. Namun, proses pengumuman dan penunjukan resmi memerlukan tahapan lebih lanjut sesuai prosedur pemerintahan.
Purbaya menjelaskan bahwa setiap pergantian pejabat setingkat Direktur Jenderal harus melalui persetujuan dari Sekretariat Negara dan Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, ia belum dapat mempublikasikan nama kandidat tersebut kepada publik saat ini.
Keputusan akhir mengenai siapa yang akan mengisi posisi strategis Direktur Jenderal SPSK Kemenkeu akan diinformasikan setelah semua tahapan administratif dan persetujuan dari Presiden rampung. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah terhadap tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Alasan Perpindahan Masyita dan Peran Barunya
Penempatan Masyita Crystallin di Danantara Investment Management merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dalam upaya penguatan sinergi kebijakan dan investasi. Hal ini bertujuan untuk mempercepat agenda strategis pendalaman sektor keuangan nasional.
Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Deni Surjantoro, Masyita bukan merupakan pegawai tetap di Kementerian Keuangan, melainkan seorang profesional yang dikontrak dan diperbarui secara berkala. Oleh karena itu, perpindahan tugas ini tidak menimbulkan kendala administratif.
Dengan pengalaman panjangnya di bidang makro-keuangan, stabilitas sistem keuangan, serta pengembangan kebijakan sektor keuangan berkelanjutan, Masyita diharapkan dapat memperkuat integrasi antara arah kebijakan ekonomi, prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), serta strategi investasi jangka panjang di Danantara.
Purbaya juga menegaskan bahwa perpindahan Masyita tidak menjadi persoalan dan ketersediaan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan tetap memadai. Ini menunjukkan bahwa Kemenkeu memiliki talenta yang cukup untuk mengisi posisi penting.
Komitmen Pemerintah untuk Stabilitas Sektor Keuangan
Alih tugas Masyita Crystallin ini sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan dan tata kelola yang baik. Tujuannya adalah menjaga stabilitas serta mendorong transformasi sektor keuangan Indonesia secara berkelanjutan.
Pengalaman Masyita di Kemenkeu, terutama dalam stabilitas sistem keuangan, akan sangat relevan dalam perannya di Danantara. Ini akan membantu Danantara dalam mengimplementasikan strategi investasi yang sejalan dengan prinsip-prinsip ESG.
Langkah ini menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya memperkuat ekosistem keuangan nasional melalui penempatan talenta terbaik di berbagai lembaga. Diharapkan, sinergi antara Kemenkeu dan Danantara dapat semakin erat demi kemajuan sektor keuangan Indonesia.
Sumber: AntaraNews