Kemenkeu Gelar Kompetisi Pengelolaan Aset Negara Pertama di Indonesia
"Negara Indonesia memiliki potensi aset yang besar dan memerlukan semangat, inovasi, kreativitas dari para pengelola aset, terutama generasi muda agar aset tersebut dapat teroptimalisasi dengan baik dan menjadi sumber kemakmuran bangsa."
Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menyelenggarakan kompetisi pengelolaan aset negara pertama di lndonesia bertajuk The Asset Manager. Acara ini merupakan puncak grand final dari serangkaian babak, dengan 3 tim peserta yang berhasil lolos yaitu Biro Keuangan Kementerian Komunikasi dan Informatika, PPK GBK dan Pusdiklat Kementerian Keuangan RI.
Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, Isa Rachmatarwata mengatakan, optimalisasi aset negara harus menjadi semangat dan kerja dari semua pihak pengelola aset negara. Termasuk Kementerian/Lembaga, BLU, Satker bersama-sama dengan Kementerian Keuangan dalam hal ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara.
"Negara Indonesia memiliki potensi aset yang besar dan memerlukan semangat, inovasi, kreativitas dari para pengelola aset, terutama generasi muda agar aset tersebut dapat teroptimalisasi dengan baik dan menjadi sumber kemakmuran bangsa," ujarnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (7/12).
Melalui acara ini, LMAN ingin membentuk sumber daya manusia unggulan yang memiliki semangat, paradigma baru dan kemampuan eksekusi yang tinggi di bidang manajemen aset negara. Selain itu, kompetisi ini diharapkan bisa melahirkan inovasi baru dan tepat guna dalam hal pengelolaan aset negara untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial sebesar besarnya.
Direktur Utama LMAN, Rahayu Puspasari berharap semangat The Asset Manager tidak hanya berhenti setelah acara ini terselenggara. The Asset Manager diharapkan dapat melahirkan champion dan role model asset manager dengan transformasi mindset, bahwa aset manager tidak sekedar untuk dicatat, melainkan harus dioptimalkan untuk manfaat terbaik demi bangsa dan negara.
"Aset manajer ini untuk pertama kali kita selenggarakan tujuannya ingin membangun komunitas sadar optimalisasi aset negara. Karena kita tahu aset negara itu tidak hanya dicatat tapi harus dioptimalkan dan potensi untuk meningkatkan daya ungkit dan nilai tambah itu begitu besarnya," jelasnya.
Rangkaian acara The Asset Manager terdiri dari 5 (lima) babak yang dimulai pada 14 November 7 Desember 2018 dengan menggunakan sistem gugur. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan Kementerian/Lembaga Negara, Badan Layanan Umum (BLU), dan Satker yang terdiri dari 1 (satu) Pejabat Eselon III/Setara dan 1 (satu) orang pendamping.
Dalam masing-masing babak, peserta diberikan kasus yang berkaitan dengan aset negara untuk dianalisa dan dipresentasikan usulan konsepnya kepada dewan juri dan audiens. Hasil dari tiap babak akan ditentukan oleh dewan juri yang berasal dari beberapa elemen, termasuk sejumlah pakar.
Baca juga:
Ekonom World Bank: Penyederhanaan Struktur Tarif Cukai Rokok Sudah Tepat
Sri Mulyani Temukan 5,4 Juta Kepesertaan Ganda di Data Jaminan Kesehatan Nasional
Sri Mulyani Blak-blakan Soal Isu Kenaikan Harga BBM Tahun Depan
Di AIFED, Sri Mulyani Beberkan Alasan Presiden Jokowi Ubah Fokus Pembangunan ke SDM
Sri Mulyani Lapor Jokowi: Pertama Kali Penerimaan Negara Melebihi Target APBN
Sri Mulyani Bocorkan Kelemahan Indonesia Hadapi Tantangan Ekonomi Global