Kemenhub Tegaskan Subsidi Angkutan Udara Perintis Perkuat Konektivitas Wilayah 3TP
Kementerian Perhubungan terus mengoptimalkan subsidi angkutan udara perintis untuk memperkuat konektivitas di daerah 3TP, memastikan mobilitas masyarakat dan pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara konsisten menegaskan pentingnya subsidi angkutan udara perintis untuk memperkuat konektivitas di wilayah kepulauan. Fokus utama program ini adalah daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), di mana akses transportasi masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat.
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado, Ambar Suryoko, menjelaskan bahwa penerbangan perintis merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin mobilitas antardaerah. “Penerbangan perintis berperan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah 3TP,” kata Ambar. Inisiatif ini tidak hanya mendukung pergerakan penduduk, tetapi juga menjadi pendorong utama bagi peningkatan pelayanan publik dan ekonomi lokal.
Sebagai langkah konkret, Kemenhub telah melaksanakan penerbangan perdana subsidi angkutan udara perintis Koordinator Wilayah (Korwil) Gorontalo Tahun Anggaran 2026. Penerbangan yang dimulai pada Senin (12/1) di Manado ini dilayani oleh PT Asi Pudjiastuti Aviation (Susi Air) dengan menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan C 208 B berkapasitas 12 penumpang.
Peran Strategis Subsidi Angkutan Udara Perintis dalam Konektivitas Nasional
Subsidi angkutan udara perintis memiliki peran strategis dalam peta konektivitas nasional, khususnya untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat atau laut. Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan transportasi, memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat memiliki akses yang adekuat untuk bepergian dan beraktivitas. Tujuan utamanya adalah untuk mewujudkan pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antar wilayah di Indonesia.
Melalui program ini, mobilitas masyarakat di wilayah 3TP dapat ditingkatkan secara signifikan, memungkinkan mereka untuk mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan peluang ekonomi yang lebih luas. Ambar Suryoko menekankan bahwa penerbangan perintis mempersingkat waktu tempuh secara drastis. Hal ini menjadikan moda transportasi udara sebagai pilihan alternatif yang efisien bagi masyarakat setempat.
Peningkatan konektivitas ini secara langsung berkontribusi pada penggerak ekonomi daerah. Dengan akses yang lebih mudah, distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar, serta potensi pariwisata lokal dapat dikembangkan. Kemenhub berkomitmen untuk terus mengevaluasi dan meningkatkan program ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat di wilayah 3TP.
Rute dan Peningkatan Frekuensi Layanan Penerbangan
Layanan penerbangan perintis Korwil Gorontalo Tahun Anggaran 2026 menghubungkan wilayah Provinsi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo. Rangkaian rute penerbangan ini dijadwalkan beroperasi mulai Senin hingga Sabtu, menawarkan fleksibilitas bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan mereka. Beberapa rute yang dilayani meliputi Manado–Siau–Naha (PP) dan Manado–Melonguane–Miangas (PP) pada Senin dan Rabu. Selanjutnya, pada Selasa meliputi Manado–Bolaang–Gorontalo, Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP), serta Gorontalo–Bolaang–Manado.
Pada Kamis, penerbangan melayani rute Manado–Bolaang–Gorontalo, Gorontalo–Pohuwato (PP), serta Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP). Jumat meliputi Gorontalo–Luwuk–Banggai Laut (PP) dan Gorontalo–Bolaang (PP), sementara pada Sabtu tersedia rute Manado–Melonguane (PP). Ambar Suryoko juga mengungkapkan adanya peningkatan frekuensi penerbangan pada rute Manado–Melonguane, dari dua kali menjadi tiga kali dalam sepekan dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan frekuensi ini merupakan hasil evaluasi berdasarkan tingginya permintaan masyarakat serta untuk menjaga kelancaran konektivitas antardaerah. Kemenhub berupaya responsif terhadap kebutuhan transportasi di lapangan, memastikan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan komunitas.
Dukungan Subsidi BBM dan Pengawasan Kualitas Layanan
Selain subsidi angkutan udara perintis untuk operasional penerbangan, pemerintah juga menyediakan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Tahun Anggaran 2026. Subsidi ini berupa ongkos angkut avtur sebanyak 540 drum, yang ditempatkan di Bandar Udara Naha dan Bandar Udara Melonguane. Tujuan dari subsidi ini adalah untuk memastikan bahwa biaya avtur yang ditanggung oleh Badan Usaha Angkutan Udara (BUAU) tetap setara dengan bandar udara yang telah memiliki Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina Aviation.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub secara berkelanjutan akan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat terhadap penyelenggaraan angkutan udara perintis. Aspek keselamatan dan kepatuhan operasional menjadi prioritas utama dalam setiap penerbangan. Selain itu, kualitas layanan juga akan terus dipantau guna memastikan bahwa angkutan udara perintis berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Ambar Suryoko menegaskan komitmen Kemenhub untuk terus berkoordinasi dengan operator penerbangan. Koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh aspek keselamatan, operasional, dan pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Dengan demikian, subsidi angkutan udara perintis dapat memberikan manfaat optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah 3TP.
Sumber: AntaraNews