Kemendag belum sepakat rencana revitalisasi Pasar Klewer timur
Kemendag belum menyetujui rencana yang diajukan Pemkot. Meskipun pihaknya juga sudah menyerahkan balasan surat permohonan multiyears dari Kemenkeu.
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dipusingkan dengan belum jelasnya nasib revitalisasi Pasar Klewer Timur. Setelah gagal mendapatkan rekanan lelang, kini giliran Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang belum sepakat terkait rencana Pemkot yang mengusulkan agar proyek tersebut dikerjakan secara multiyears.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo yang pekan lalu telah berkoordinasi dengan
Kemendag, masih harus bersabar menunggu persetujuan resmi untuk merealisasikan revitalisasi itu secara multiyears.
"Sebenarnya secara lisan, Menteri Perdagangan tidak mempermasalahkan pembangunan dilakukan secara multiyears. Beliau sudah menyerahkan masalah ini kepada Dirjen Perdagangan untuk ditindaklanjuti. Kami juga diminta berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu)," ujar Rudyatmo, Senin (20/11).
Dalam pertemuan tersebut, jelas pria yang akrab disapa Rudy ini, Kemendag belum menyetujui rencana yang diajukan Pemkot. Meskipun pihaknya juga sudah menyerahkan balasan surat permohonan multiyears dari Kemenkeu.
"Kemenkeu sudah menyerahkan pengambilan keputusan kepada Kemendag. Kami masih menunggu persetujuan resmi dari Kemendag, sebelum merealisasikan revitalisasi Pasar Klewer," tandasnya.
Rudy menjelaskan, jika bulan ini surat persetujuan tersebut turun, Pemkot Solo segera menyelenggarakan lelang. Dia berharap, awal tahun depan Pasar Klewer bisa mulai dibangun.
Revitalisasi Pasar Klewer timur menurut rencana akan dibiayai oleh Kemendag dengan anggaran mencapai Rp 48 miliar. Namun rencana tersebut tertunda, lantaran Pemkot Solo gagal mendapatkan rekanan lelang. Bahkan tender proyek tersebut tidak dilirik oleh satupun kontraktor.
Baca juga:
Anak buah Jokowi yakin stok pangan aman dan harga stabil hingga akhir tahun
Mendag minta AS pertimbangkan putusan bea masuk tambahan biodiesel RI
Kemendag bakal perketat impor dan peredaran rokok elektrik
Kemendag catat transaksi selama TEI 2017 capai Rp 19,06 triliun
Ekspor kopi Indonesia ke Korea meroket 53,01 persen