LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kemendag belum dapat info pengganti Gita Wirjawan

Duta besar Indonesia untuk Jepang, M Lutfi dikabarkan bakal menjadi pengganti Gita Wirjawan.

2014-02-10 20:21:54
Gita Wirjawan Mundur
Advertisement

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan segera mendapatkan Menteri Perdagangan (Mendag) baru pengganti Gita Wirjawan. Gita mengundurkan diri lantaran lebih memilih mengikuti konvensi Partai Demokrat sebagai calon presiden.

Namun, terkait sosok pengganti Gita Wirjawan, Sekretaris Jenderal Kemendag Gunaryo mengatakan, hingga hari ini pihak Kementerian belum mendapat kabar sosok Mendag yang baru.

"Saya kok belum dapat kabar ya. Belum tahu mungkin kalau sudah dilantik baru tahu. Tetapi belum ada kabar, tetapi siapapun yang dipilih presiden tentu baik meneruskan inilah kita sudah punya modal," ungkap Gunaryo di Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (10/2).

Terkait dengan santernya nama Muhammad Lutfi disebut sebagai calon pengganti Gita Wirjawan, Gunaryo menyambut baik sosok tersebut yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Ya kita welcome saja. Saya kok belum dapat kabar ya. Beliau dulu itu Kepala BKPM saya kira bagus," imbuhnya.

Terlepas dari sosok yang akan menjabat sebagai Mendag, beberapa pekerjaan rumah (PR) telah menanti. Salah satunya adalah target pembentukan produk hukum Kemendag yaitu berupa Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dan Peraturan Presiden (Perpres).

"Ini banyak ada beberapa puluh Permen, Perpres yang harus kita siapkan. Nanti paling tidak ada 20 produk hukum yang harus kita kerja keras. Ini sama teman-teman cukup menyita waktu untuk merampungkan," tutupnya.

Baca juga:
3 Importir beras ilegal Vietnam terancam masuk daftar hitam
Banjir naikkan harga distribusi hingga 30 persen
Cegah impor beras bermasalah, perlu diskusi dengan ASEAN
Kasus baru impor beras, Bea Cukai minta pengusaha lapor
Hindari fitnah, Menag minta PPATK buka dana haji mencurigakan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.