Kemarau Ekstrem Datang, Kementan Ingatkan Bahaya Kemunculan Mafia Air
Informasi peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tahun ini berpotensi terjadi kemarau ekstrem sampai September, dan puncaknya terjadi pada Agustus. Wilayah yang terancam terdampak kekeringan terutama di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Informasi peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tahun ini berpotensi terjadi kemarau ekstrem sampai September, dan puncaknya terjadi pada Agustus. Wilayah yang terancam terdampak kekeringan terutama di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, terungkap satu kenyataan miris. Di mana, berkembangnya praktik yang oleh Kementerian Pertanian dinamakan mafia air.
"Jadi begini. Ketika air ini jumlahnya terbatas dan peminatnya banyak. Jadilah mekanisme pasar. Itulah orang-orang yang menjual jasanya untuk membobol pintu air," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Sumardjo Gatot Irianto, di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/7).
Dia mengatakan, sejauh ini, praktik tidak terpuji itu terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. "Yang paling intensif dan seru itu di Indramayu. Kami sudah 2 kali (menemukan praktik tersebut). Tahun 2006 dan 2015," ujarnya.
Dia pun mengaku punya pengalaman melihat langsung aksi para mafia air tersebut. Mereka, berdasarkan pengalaman Gatot, kerap beroperasi di waktu dini hari.
"Saya sudah dua kali ngurusin yang kayak begitu di lapangan. Itu ada 5 preman jam 1.00 pagi (dini hari) dialah yang nungguin pembobolan ini. Bukan hanya dibuka pintunya, tapi juga bobol temboknya," ujarnya.
Agar kejadian tersebut tak kembali berulang, dia pun meminta aparat yang bertugas di daerah untuk memperketat pengawasan, khususnya pada musim kemarau seperti saat ini.
"Jadi saya minta dengan sangat untuk melakukan patroli kekeringan kemarau untuk daerah yang terdampak. kedua melakukan perluasan LTT (Luas Tambah Tanam) di wilayah yang airnya masih cukup," tegasnya.
Baca juga:
ESDM Targetkan Pembangunan 750 Sumur Bor di 2020
Siapkan Dana Rp429 Miliar, ESDM Bakal Bangun 750 Sumur Bor di 2020
Anies Konsultasi dengan KPK Terkait Swastanisasi Air
Penuhi Kebutuhan Air, Jokowi Targetkan Bangun 49 Bendungan Dalam 5 Tahun
Sediakan Air Bersih, Kementerian PUPR Gencarkan Pembangunan Bendungan dan Irigasi
Rayakan Puncak Hari Air Dunia XXVII, Ditjen SDA Gelar Beragam Kegiatan di Situ Lido
Palyja Beberkan Kendala Pelayanan Air di Jakarta Barat