Hadapi Kemarau Ekstrem, Kementan Andalkan Varietas Bahan Pangan Tahan Kering

Senin, 8 Juli 2019 14:12 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Hadapi Kemarau Ekstrem, Kementan Andalkan Varietas Bahan Pangan Tahan Kering sawah. shutterstock

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi dan memitigasi dampak musim kemarau ekstrem tahun ini. Salah satunya lewat varietas tanaman pangan tahan kering.

Sebagaimana diketahui, informasi peringatan dini BMKG menyatakan tahun ini berpotensi kemarau ekstrem sampai dengan bulan September, dan puncaknya terjadi pada bulan Agustus. Wilayah yang terancam terdampak kekeringan terutama di Pulau Jawa, Bali, NTB dan NTT.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan (Puslitbangbun), Fadjry Djufry mengatakan, beberapa bibit tanaman tahan kering yang sudah dihasilkan Kementan meliputi varietas beras, kedelai dan jagung.

"Kita menyiapkan varietas unggul baru. Kita sudah punya padi inpara, inbrida padi lahan rawa, untuk lahan-lahan rawa," kata dia di Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/7).

Varietas-varietas padi ini sudah berkembang di beberapa lokasi, seperti Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan. "Inpara 2, 3, 4, dan 5. Kita punya inpago, inbrida padi gogo untuk lahan-lahan padi gogo. Semua lahan-lahan kering 2 minggu padi bisa adaptasi," jelasnya.

"Kita sudah petakan wilayah mana saja yg dapat ditanami padi gogo, termasuk daerah-daerah yang ketersediaan airnya cukup dan bisa dioptimalkan," kata dia.

Sementara untuk wilayah Pantai Utara (Pantura) akan didorong penanaman varietas kedelai dan jagung tahan kering. "Kita punya varietas dering, kedelai tahan kering. Kita juga punya jagung tahan kering. Tentunya kita bisa perkenalkan ke petani. Kita tanam padi gogo, jagung tahan kering, dan kedelai tahan kering," ungkapnya.

"Harapan kita semua lahan yang potensi airnya masih cukup akan kita tanami. Asumsi petani air melimpah tanam padi. Sekarang yang penting cukup untuk kebutuhan air untuk kedelai dan jagung. Selama masih ada air bisa kita tanami," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini