Kelakar Sri Mulyani: Mau Potong Gaji Sekjen Kemenkeu untuk Tiga Wakil Menteri
Sri Mulyani mengatakan bahwa pekerjaan Sekjen kini jauh berkurang, lantaran sebagian tugasnya telah diambil alih oleh tiga Wakil Menteri Keuangan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati sempat melempar candaan yang membuat suasana Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XI DPR RI dalam agenda pembahasan RKA dan RKP Kemenkeu TA 2026 menjadi lebih cair.
Kali ini, sasarannya adalah Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi. Sri Mulyani mengatakan bahwa pekerjaan Sekjen kini jauh berkurang, lantaran sebagian tugasnya telah diambil alih oleh tiga Wakil Menteri Keuangan (Wamen) yang baru.
"Karena punya 3 wamen, yang bagian 2 dan 3 saya akan bagi kepada tiga wamen saya. Pak Sekjen itu sebetulnya paling senang karena kalau dulu wamen hanya satu, dia yang harusnya presentasi. Jadi dia mungkin gajinya harus saya potong, karena sudah diambil alih kerjanya oleh Pak Wamen," kata Sri Mulyani sambil tersenyum dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (14/7).
Guyonan itu muncul saat Sri Mulyani menjelaskan susunan pembagian materi rapat. Karena kini dia punya tiga wamen, maka pembahasan rapat akan dibagi rata bersama mereka. Ini membuat peran Sekjen dalam presentasi menjadi jauh lebih ringan dari sebelumnya.
Sebagai informasi, sejak era Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Keuangan memiliki tiga orang wakil menteri yakni, Suahasil Nazara, Thomas Djiwandono, dan Anggito Abimanyu. Sebelumnya, hanya Suahasil.
Pembagian Kerja Wamenkeu
Lebih lanjut, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pembagian tugas antara tiga wamen dilakukan secara lintas fungsi atau menggunakan sistem cross matrix. Artinya, setiap wakil menteri tidak bekerja dalam lingkup yang eksklusif, melainkan saling bersinergi dan menutupi area yang mungkin saling berkaitan.
"Kami mencoba membagi tugas di antara tiga wamen meskipun menggunakan cross matrix, jadi tidak eksklusif. Contohnya, untuk pak Suahasil itu adalah pada bidang belanja dan organisasi di cross dengan Pak Anggito. Pak Anggito main tugasnya adalah penerimaan negara di cross dengan Pak Tommy (Thomas)," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono diberi tanggung jawab khusus di bidang pembiayaan, kekayaan negara, dan perbendaharaan. Namun dalam praktiknya, ia juga akan bekerja sama erat dengan Suahasil agar tidak ada sektor yang terlewat.
Perombakan Eselon I: Dirjen Pajak dan BKF Berganti Format
Dalam kesempatan yang sama, Sri Mulyani juga memperkenalkan sejumlah perubahan pada struktur eselon I Kementerian Keuangan. Salah satu perubahan signifikan adalah pergantian Direktur Jenderal Pajak yang kini dijabat oleh Bimo Wijayanto. Selain itu, beberapa pejabat tetap mempertahankan posisi sebelumnya.
"Kemudian Pak Dirjen Bea Cukai, Pak Djaka, Dirjen Anggaran Pak Luky Alfirman, sebelah belakang, kemudian Dirjen Perimbangan Keuangan Pak Askolani," ujarnya.
Sementara Dirjen Kekayaan Negara saat ini dijabat oleh Rio Silaban, dan Dirjen Perbendaharaan adalah Astera Primanto.