Kebutuhan Sapi Kurban Kepri Idul Adha 2026 Dipastikan Aman dan Terkendali
Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri memastikan kebutuhan 7.000 ekor sapi kurban untuk Idul Adha 2026 aman dan diawasi ketat, memberikan ketenangan bagi masyarakat Kepulauan Riau.
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah memastikan ketersediaan sapi kurban untuk perayaan Idul Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Kebutuhan sekitar 7.000 ekor sapi telah dipastikan aman dan mencukupi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Kepri, Rika Azmi, menyatakan bahwa pasokan sapi kurban ini berasal dari peternak lokal. Selain itu, pengiriman juga dilakukan dari luar daerah, terutama Provinsi Lampung hingga Riau.
Meskipun distribusi sapi dari luar daerah telah dibuka, pemerintah tetap menerapkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK). Pengawasan ketat terus dilakukan untuk menjamin kesehatan hewan kurban.
Pasokan Sapi Kurban Terjamin dari Berbagai Sumber
Rika Azmi, Kepala DKP2KH Kepri, menegaskan bahwa kebutuhan sapi kurban di wilayahnya akan mencukupi. Total kebutuhan diperkirakan mencapai 7.000 ekor untuk momen Idul Adha 2026.
Pasokan sapi ini didapatkan dari peternak lokal yang tersebar di Kepri. Selain itu, untuk memenuhi jumlah yang besar, pengiriman sapi juga didatangkan dari luar daerah.
Provinsi Lampung dan Riau menjadi daerah pemasok utama sapi kurban bagi Kepulauan Riau. Diversifikasi sumber pasokan ini penting untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga.
Masyarakat Kepri tidak perlu khawatir akan ketersediaan hewan kurban menjelang hari raya. Pemerintah menjamin pasokan akan aman dan mencukupi hingga Idul Adha 2026.
Kewaspadaan Tinggi Terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
Distribusi sapi dari luar daerah telah dibuka kembali, namun kewaspadaan terhadap PMK tetap menjadi prioritas utama. DKP2KH Kepri terus memantau situasi kesehatan hewan secara berkelanjutan.
Petugas kesehatan hewan di setiap kabupaten dan kota diinstruksikan untuk memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban. Hal ini menjadi fokus utama pemeriksaan untuk mencegah masuknya penyakit.
Pemeriksaan menyeluruh akan dilaksanakan sekitar dua minggu sebelum Idul Adha di kandang peternak dan tempat penampungan sementara. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada sapi yang terjangkit penyakit menular.
Pemeriksaan kesehatan hewan yang terjadwal ini memastikan semua hewan kurban dalam kondisi sehat. Dengan demikian, hewan-hewan tersebut layak konsumsi oleh masyarakat.
Jaminan Kesehatan dan Stabilitas Harga Hewan Kurban
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai hewan kurban yang terjangkit penyakit menular di wilayah Kepri. Kondisi kesehatan hewan di lapangan disebut masih aman berkat pengawasan yang ketat.
Pengawasan yang terus diperketat menjadi kunci untuk menjaga kondisi kesehatan hewan tetap optimal. Pemerintah menjamin hewan kurban di Kepri layak dikonsumsi masyarakat.
Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus diperkuat. Tujuannya adalah untuk menjaga kelancaran pasokan serta stabilitas harga hewan kurban menjelang Idul Adha 2026.
Masyarakat Kepri diimbau untuk tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan dan kesehatan sapi kurban. Pasokan dipastikan aman dan cukup untuk perayaan Idul Adha 2026.
Sumber: AntaraNews