Kebutuhan Listrik Bali Terus Naik, PLN Bukukan Pendapatan Rp10,12 Triliun
PLN UID Bali mencatat penjualan listrik mencapai 7.758 GWh sepanjang 2025, tumbuh 6,25 persen, dengan pendapatan menembus Rp10,12 triliun.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mencatat pertumbuhan pemanfaatan dan penjualan listrik di Pulau Bali sepanjang 2025. Peningkatan tersebut terjadi seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengatakan PLN berfokus menjaga keandalan sistem kelistrikan agar kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi secara optimal.
“Sepanjang 2025, PLN memastikan listrik hadir secara andal dan berkualitas untuk mendukung aktivitas masyarakat Bali. Listrik menjadi fondasi penting agar kegiatan rumah tangga, usaha, dan layanan publik dapat berjalan dengan lancar,” kata Eric dalam keterangan tertulis, Selasa (26/1).
Berdasarkan data PLN UID Bali, realisasi penjualan listrik pada Desember 2025 tercatat sebesar 695,12 gigawatt hour (GWh). Secara kumulatif sepanjang 2025, penjualan tenaga listrik mencapai 7.758 GWh atau tumbuh 6,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi pendapatan, PLN UID Bali membukukan realisasi sebesar Rp10,12 triliun sepanjang 2025, meningkat 3,31 persen secara tahunan (year on year).
“Pendapatan yang tumbuh menunjukkan bahwa listrik dimanfaatkan secara produktif oleh masyarakat dan dunia usaha. Ini menegaskan peran listrik sebagai penopang aktivitas ekonomi di Bali,” ujar Eric.
Jumlah Pelanggan dan Daya Tersambung Bertambah
Selain pertumbuhan penjualan dan pendapatan, jumlah pelanggan listrik di Bali juga meningkat. Hingga akhir Desember 2025, tercatat penambahan 107.069 pelanggan baru.
Peningkatan tersebut diikuti dengan bertambahnya daya tersambung sebesar 472,44 mega volt-ampere (MVA), yang mencerminkan perluasan akses dan kapasitas layanan kelistrikan bagi rumah tangga, pelaku usaha, serta fasilitas publik.
Untuk menjaga kualitas pasokan, PLN UID Bali melakukan pemantauan dan evaluasi pemakaian listrik secara berkala, khususnya pada pelanggan Tegangan Menengah (TM).
“Pemantauan pemakaian dilakukan agar sistem kelistrikan tetap andal dan layanan kepada pelanggan berlangsung optimal. Dengan sistem yang terjaga, kebutuhan listrik masyarakat dapat dilayani secara berkelanjutan,” jelas Eric.
Memasuki 2026, PLN UID Bali akan melanjutkan penguatan layanan kelistrikan yang adaptif, termasuk mendukung pengembangan energi bersih serta transportasi berbasis listrik di wilayah Bali.
“Ke depan, fokus PLN adalah memastikan listrik tetap menjadi penopang kenyamanan hidup masyarakat, penggerak aktivitas ekonomi, serta mendukung pembangunan Bali yang berkelanjutan,” kata Eric.