LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kata Menteri Sri Mulyani Soal Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Global

Bank Dunia (World Bank) baru saja merevisi target pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,6 persen. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan revisi pertumbuhan tersebut dilakukan dengan melihat kemungkinan gejolak perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Babak baru perang dagang dinilai masih belum baik.

2019-06-05 14:43:20
Bank Dunia
Advertisement

Bank Dunia (World Bank) baru saja merevisi target pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,6 persen. Angka tersebut turun 0,3 persen dari proyeksi semula sebesar 2,9 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan revisi pertumbuhan tersebut dilakukan dengan melihat kemungkinan gejolak perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China. Babak baru perang dagang dinilai masih belum baik.

"Kalau lihat keseluruhan tema IMF, WB, OECD dan ADB, dalam hal ini mereka sudah lihat eskalasi trade war, AS dan RRT itu masuk skenario yang tidak baik. Down side risk sudah terjadi ini berbeda sekali tonenya," ujarnya di Kawasan Perumahan Menteri Widya Chandra, Jakarta, Rabu (5/6).

Advertisement

Menteri Sri Mulyani melanjutkan sebelumnya seluruh dunia berharap perang dagang AS-China segera mereda dengan beberapa pertemuan bilateral yang digelar di berbagai negara. Namun, pada kenyataannya perang dagang masih memanas.

"Tadinya mereka berharap trade war itu tidak akan sampai ke full boom atau meledak secara penuh seperti yang terjadi sekarang ini. Karena ada harapan waktu itu negosiasi terjadi jadi dinamika ini baru terjadi satu bulan terakhir atau satu setengah bulan terakhir," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, saat ini seluruh negara tidak lagi hanya menunggu ancaman perang dagang mereda. Namun, lebih kepada mengantisipasi implementasi penerapan tarif kedua belah pihak pada Juni mendatang.

Advertisement

"Dengan demikian maka kuartal II, III dan IV akan terpengaruh dengan adanya, tidak lagi ancaman tapi implementasi dari ancaman," tandasnya.

Baca juga:
Bertemu Luhut, Bank Dunia Bahas Program Madrasah Rp4 Triliun Kemenag
Tanggapan Menko Darmin Soal Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,2 Persen di 2019
Bank Dunia Perkirakan Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Melambat
Menteri Sri Mulyani Minta Tiga Hal Pada Presiden Bank Dunia Anyar
Mengenal David Malpass, Loyalis Donald Trump Terpilih Jadi Bos Bank Dunia
5 Candaan Jokowi dan Menteri Ekonominya, Bikin yang Dengar Tertawa Terbahak-bahak
Indonesia Tarik Utang Asing Rp 799,04 Triliun di 2018, Terbesar dari Bank Dunia

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.