LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kata Kepala BATAN soal peluang kehadiran pembangkit listrik tenaga nuklir di RI

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, pada Kebijakan Energi Nasional (KEN), energi nuklir masih dijadikan pilihan terakhir dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Padahal, berbagai studi dan kajian terhadap perencanaan pembangunan PLTN telah selesai dilakukan.

2018-07-04 14:49:09
PLTN
Advertisement

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengakui pemanfaatan teknologi nuklir untuk energi di Indonesia masih tersendat. Akibatnya, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tak kunjung terealisasi.

Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto mengungkapkan, pada Kebijakan Energi Nasional (KEN), energi nuklir masih dijadikan pilihan terakhir dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Padahal, berbagai studi dan kajian terhadap perencanaan pembangunan PLTN telah selesai dilakukan.

"Status PLTN memang belum menggembirakan, artinya masih menjadi pilihan terakhir. Apalagi di dua tahun ini merupakan tahun politik sehingga banyak pemangku kepentingan yang enggan berkomitmen dalam mendukung perkembangan PLTN di Indonesia," ungkap Djarot di Palembang, Rabu (4/7).

Advertisement

Menurut dia, energi nuklir sebenarnya dapat menjadi pilihan untuk memenuhi meningkatnya kebutuhan energi listrik nasional. Namun dibutuhkan komitmen jangka panjang, konsistensi, capacity building, dan sosialisasi yang harus terus dilakukan kepada masyarakat.

"Rencana pembangunan PLTN sudah sejak 40 tahun lalu, tetapi sekarang masih proses banyak perizinan yang perlu dilakukan. Perlu diluruskan, energi nuklir aman dan yang kita bangun bukan untuk persenjataan," ujarnya.

Dia mengatakan, ada beberapa daerah yang diajukan ke pemerintah untuk membangun PLTN, yakni Jepara, Bangka Barat, dan Bangka Selatan. Sementara potensi bahan baku uranium terdapat 70 ribu ton yang tersebar di Kalimantan Barat, Bangka, dan Mamuju.

Advertisement

"PLTN itu nantinya bersifat komersial, bisa memenuhi kebutuhan energi listrik industri juga," kata dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir BATAN, Geni Rina Sunaryo mengatakan, energi nuklir tidak hanya bisa menghasilkan listrik tetapi juga memproduksi tenaga uap panas yang bisa dimanfaatkan industri. Pihaknya sedang mendesain reaktor daya sesuai dengan kebutuhan dan pemanfaatan dalam negeri.

"Sebenarnya anak bangsa mampu mengembangkan energi nuklir, sangat bersaing dengan negara tetangga," pungkasnya.

Baca juga:
DEN masih kaji kebutuhan kapasitas dan biaya pembangunan pembangkit nuklir RI
PLTN lebih murah dibanding batu bara, tapi publik masih takut
Cerita Habibie dukung PLTN dikembangkan di Indonesia
Pasang surut pemanfaatan tenaga nuklir & ketakutan publik
Kebutuhan dunia pada pembangkit nuklir terus meningkat di masa depan
Rosatom siap bangun pusat penelitian nuklir di Kaltim
Ini Pembangkit Listrik Panas Bumi yang akan diresmikan Jokowi

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.