Kata bos Bappenas soal Indonesia berpotensi kehilangan 50 juta peluang kerja
Menurut Bambang, nantinya pekerja pabrik yang biasanya dikerjakan tenaga manusia memang akan digantikan oleh mesin.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengomentari hasil penelitian Mckinsey yang menyebut bahwa Indonesia akan kehilangan 50 juta peluang kerja akibat penyimpangan (disruptive) ekonomi akibat revolusi digital atau revolusi industri keempat (4.0).
Menurut Bambang, nantinya pekerja pabrik yang biasanya dikerjakan tenaga manusia memang akan digantikan oleh mesin. "Itu yang akan hilang," kata Menteri Bambang saat ditemui di kantornya, Rabu (7/2).
Dalam pandangan Bambang, pemerintah akan melakukan beberapa antisipasi, seperti memperbaiki kualitas pendidikan yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. "Kita antisipasi artinya pendidikan dari sekarang harus yang sesuai dengan kemajuan zaman dan kita harus berupaya juga menciptakan lapangan kerja yang tidak akan terpengaruh oleh perkembangan digital," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Bambang seperti dilansir dari Antara, ketika membuka seminar internasional Expanding Social Security Coverage in The Disruptive Economy Era di Nusadua, Bali, Selasa (6/2) dengan mengutip Mckinsey, dia mengatakan fenomena tersebut sudah terjadi pada sejumlah sektor bisnis.
Belakangan ini memang sejumlah sektor sudah bersiap mengurangi pekerjanya, seperti pengelola toll yang mengurangi pekerja layanan pembayaran toll dengan layanan penggunaan kartu.
Di sektor perbankan juga bersiap untuk mengurangi pegawainya karena akan meningkatkan layanan secara online, begitu juga dengan layanan tiketing pesawat, kereta dan kapal yang akan menggunakan mesin anjungan mandiri.
Perusahaan konsultan riset McKinsey & Co di ujung tahun 2017 memprediksi sekitar 800 juta pekerja di seluruh dunia akan kehilangan pekerjaan hingga 2030 mendatang karena tergantikan robot dan teknologi otomasi.
Bambang mengatakan di sisi lain masih terbuka peluang kerja lain akibat digitalisasi bisnis di mana akan menciptakan masyarakat bisnis yang mandiri dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.
Baca juga:
Berantas gizi buruk, bos Bappenas minta serapan anggaran Papua lebih merata
Bos Bappenas: Zakat PNS tidak akan digunakan untuk bangun infrastruktur
Punya kontur wilayah sulit, pemerintah siapkan sekolah berkonsep asrama di Papua
Kemacetan kota sudah parah, Menteri Bambang dorong Kemenhub perbanyak angkutan kereta
Konektivitas jadi penyebab ketimpangan Indonesia tinggi