KAI Terapkan Rekayasa Pola Operasi Akibat Banjir di Pekalongan, Sejumlah Perjalanan Dialihkan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api menyusul genangan air yang merendam jalur di Pekalongan, Jawa Tengah, menyebabkan pengalihan rute dan pembatalan perjalanan. Simak detailnya.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api sebagai respons terhadap genangan air yang menutup kedua jalur rel. Kondisi ini terjadi pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Sabtu (17/1).
Penutupan jalur rel ini menjadi langkah pengamanan utama demi mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api dan seluruh pelanggan. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas tertinggi dalam menghadapi situasi darurat ini.
Hingga kondisi lintasan dinyatakan benar-benar aman untuk dilalui, KAI akan terus memberlakukan penutupan jalur. Berbagai penyesuaian pola operasi perjalanan kereta api pun telah dilakukan untuk meminimalkan dampak kepada penumpang.
Dampak Banjir dan Prioritas Keselamatan
Daerah Operasi 4 Semarang dari PT Kereta Api Indonesia melaporkan bahwa hingga Sabtu (17/1) pagi, jalur hulu dan hilir pada petak jalan Stasiun Pekalongan–Stasiun Sragi, tepatnya di KM 88+6/7, belum dapat dilalui. Genangan air masih menutupi kedua jalur rel secara signifikan, menghambat operasional normal.
Petugas prasarana KAI terus melakukan pemantauan intensif terhadap ketinggian genangan air di lokasi kejadian. Area emplasemen Stasiun Pekalongan juga terdampak genangan, menyebabkan sejumlah wesel berstatus trek merah dan memerlukan perhatian khusus.
Sebagai bagian dari mitigasi operasional, KAI menyiagakan dan mengirimkan lokomotif khusus jenis BB 304. Lokomotif ini memiliki kemampuan teknis yang lebih andal untuk melintasi kondisi genangan air tertentu, menunjukkan kesiapan KAI dalam menghadapi tantangan.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk memastikan bahwa setiap keputusan yang dibuat selalu berlandaskan pada prinsip keselamatan. KAI berkomitmen untuk tidak mengambil risiko yang dapat membahayakan perjalanan kereta api dan penumpangnya.
Pengalihan Rute dan Pembatalan Perjalanan
Akibat kondisi jalur yang tidak memungkinkan, KAI melakukan rekayasa pola operasi dengan pengalihan rute perjalanan sejumlah kereta api. Per pukul 05.30 WIB, beberapa KA telah memutar jalur melalui rute alternatif untuk tetap melayani pelanggan.
Kereta api yang berjalan memutar antara lain KA 30F Anjasmoro, KA 92 Jayabaya, dan KA 96 Harina, yang dialihkan via Tegal–Prupuk–Kroya–Solobalapan–Gundih–Gambringan. Selain itu, KA 197 Kamandaka juga memutar via Semarang Tawang–Brumbung–Gundih–Solobalapan–Kroya–Cilacap.
Selain pengaturan perjalanan, KAI juga memberikan service recovery sesuai ketentuan yang berlaku kepada pelanggan yang terdampak. Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab KAI untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialami penumpang akibat situasi darurat ini.
Namun demikian, akibat kondisi jalur yang masih belum memungkinkan, KAI juga melakukan pembatalan beberapa perjalanan kereta api. Kereta yang dibatalkan per pukul 05.30 WIB meliputi KA 217 Kaligung relasi Semarang Poncol–Cirebon Prujakan, KA 23 Merbabu relasi Semarang Tawang–Gambir, KA 216 Kaligung relasi Tegal–Semarang Poncol, dan KA 24 Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang.
Pemantauan Berkelanjutan dan Permohonan Maaf
Berdasarkan pemantauan terakhir hingga pukul 07.49 WIB, ketinggian genangan air di KM 88+6/7 menunjukkan tren menurun dan stabil. Kondisi air dilaporkan tenang dengan cuaca yang berawan, memberikan harapan akan perbaikan situasi.
Penanganan dan pemantauan di lapangan tetap dilakukan secara ketat dan berkelanjutan oleh petugas KAI. Tim di lapangan bekerja keras untuk memastikan jalur dapat segera berfungsi normal kembali setelah genangan surut sepenuhnya.
Anne Purba menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan ini. KAI berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini secara berkala mengenai perkembangan penanganan dan operasional perjalanan kereta api kepada masyarakat.
“Seluruh langkah pengaturan perjalanan, pengalihan rute, hingga pembatalan dilakukan sebagai bagian dari upaya KAI dalam menjaga keselamatan operasional dan keandalan layanan,” tegas Anne. Ini menunjukkan dedikasi KAI terhadap keselamatan dan pelayanan terbaik.
Sumber: AntaraNews