KAI Fokus Pemulihan dan Keselamatan Perjalanan KA Pasca Insiden Bekasi Timur
Direktur Utama KAI menegaskan fokus pada pemulihan operasional, pendampingan korban, dan penguatan keselamatan perjalanan KA pasca insiden Bekasi Timur. Simak upaya lengkapnya.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menegaskan bahwa pihaknya saat ini fokus pada pemulihan operasional, pendampingan pelanggan dan keluarga terdampak, serta penguatan keselamatan perjalanan kereta api. Pernyataan ini disampaikan pasca insiden yang terjadi di Bekasi Timur, menunjukkan komitmen KAI terhadap keamanan dan pelayanan.
Bobby Rasyidin menyatakan bahwa prioritas utama KAI adalah memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik, mendampingi pelanggan serta keluarga yang menjadi korban insiden Bekasi Timur. Selain itu, KAI juga berupaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api ke depan agar kejadian serupa tidak terulang.
Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah konkret, termasuk peninjauan langsung operasional di lapangan dan penyediaan layanan pendampingan komprehensif. KAI akan terus hadir dalam setiap proses yang dijalani para pelanggan dan keluarga terdampak, memastikan mereka mendapatkan perhatian penuh.
Peninjauan Langsung dan Komitmen KAI
Bobby Rasyidin melakukan peninjauan langsung terhadap operasional perjalanan kereta api, mencakup layanan Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh. Peninjauan ini dilakukan di lintas Manggarai hingga Bekasi Timur, bertujuan memastikan perjalanan berjalan aman dan semakin terkendali menjelang hari kerja.
Kunjungan dimulai dari Stasiun Manggarai sebagai simpul utama operasional, kemudian menyusuri lintas Bekasi hingga Stasiun Bekasi Timur. Hal ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi perjalanan kereta rel listrik (KRL), kelancaran kereta api jarak jauh, serta layanan pendampingan yang berlangsung di lokasi.
Di Bekasi Timur, perhatian khusus diberikan pada Posko Informasi yang berfungsi sebagai ruang pendampingan bagi pelanggan dan keluarga. Peninjauan kemudian berlanjut ke RS Primaya Bekasi Timur dan RS Primaya Bekasi Barat untuk memastikan kondisi pelanggan yang masih menjalani perawatan, sekaligus menyampaikan dukungan secara langsung.
Bobby juga menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang hadir selama proses penanganan insiden. Rangkaian bunga dan ungkapan doa dari masyarakat di area Stasiun Bekasi Timur menjadi bentuk perhatian dan kepedulian yang menjadi kekuatan bagi KAI untuk terus melangkah.
Dukungan Penuh bagi Pelanggan Terdampak
Sejalan dengan proses pemulihan yang terus berjalan, KAI melakukan pemantauan kondisi pelanggan secara berkala. Per Minggu (3/5) pukul 07.00 WIB, tercatat 81 pelanggan yang dirawat telah kembali ke rumah setelah menjalani perawatan, sementara 19 pelanggan lainnya masih dalam penanganan lanjutan di rumah sakit.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pendampingan terus dilakukan agar proses pemulihan berjalan dengan baik. KAI terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi, bahkan bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap dilanjutkan sesuai kebutuhan.
Bagi pelanggan yang telah melakukan pengobatan secara mandiri, KAI menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement. Persyaratan meliputi alat pembayaran yang memuat data perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening.
Setelah berkas dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi, dengan proses berlangsung paling lambat 21 hari kerja. Layanan trauma healing juga disediakan bagi pelanggan yang membutuhkan, dengan pengajuan melalui Posko Informasi maupun call center 0812-9660-5747.
Pemulihan Operasional dan Peningkatan Keandalan
Di sisi operasional, layanan Commuter Line Jabodetabek menunjukkan perbaikan yang konsisten dalam beberapa hari terakhir. Ketepatan waktu keberangkatan berangsur naik dari 71,54 persen pada 30 April menjadi 87,39 persen pada 1 Mei, lalu mencapai 88,84 persen pada 2 Mei.
Ketepatan waktu kedatangan juga meningkat dari 68,46 persen menjadi 84,86 persen, dan kembali membaik hingga 87,04 persen. Perjalanan yang mengalami keterlambatan semakin berkurang dengan waktu keterlambatan yang lebih terkendali, menunjukkan peningkatan signifikan dalam keandalan layanan.
Perbaikan serupa terlihat di lintas Cikarang, di mana ketepatan waktu keberangkatan meningkat dari 50 persen menjadi 61 persen, lalu mencapai 66 persen. Sementara itu, ketepatan waktu kedatangan naik dari 44 persen menjadi 57 persen dan kemudian 61 persen.
Tren positif ini mencerminkan proses normalisasi yang berjalan semakin stabil dan efektif. Keselamatan perjalanan KA Jarak Jauh yang melintas di wilayah Bekasi Timur juga telah kembali berjalan dengan pola operasi yang terjaga, dengan 32 perjalanan KA dari Pasarsenen dan 36 perjalanan KA dari Gambir melintas di lintas tersebut setiap hari.
Komitmen KAI untuk Keselamatan dan Pelayanan
Sejak operasional kembali berjalan pada 28 April hingga 2 Mei 2026, volume pengguna Commuter Line lintas Cikarang tercatat mencapai 574.644 pelanggan. Angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI yang terus berupaya memberikan yang terbaik.
Anne Purba menegaskan bahwa KAI memahami setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Oleh karena itu, KAI akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan.
Komitmen KAI terhadap keselamatan perjalanan KA dan pelayanan prima merupakan prioritas utama. Seluruh upaya pemulihan dan peningkatan kualitas layanan terus dilakukan demi kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna jasa kereta api.
Sumber: AntaraNews