LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Kadin Waspadai Kenaikan Harga Daging Selama Ramadan 2020

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan, komoditi daging perlu diwaspadai saat bulan Ramadan. Sebab, meski harganya masih normal, namun harga daging akan naik seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan saat Ramadan.

2020-04-24 14:24:26
KADIN
Advertisement

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengatakan, komoditi daging perlu diwaspadai saat bulan Ramadan. Sebab, meski harganya masih normal, namun harga daging akan naik seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan saat Ramadan.

Dia menjelaskan, nilai dolar Amerika Serikat yang masih menguat juga bisa mempengaruhi harga daging impor. Selain itu, negara-negara pemasok daging impor ke Indonesia juga masih melakukan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Seperti impor kerbau dari India masih lockdown juga, Australia juga semi lockdown, ini juga perlu diwaspadai supaya nanti jangan sampai terjadi gejolak, jadi itu sementara yang kita lihat di lapangan," kata Sarman kepada Liputan6.com, Jumat (24/4).

Advertisement

Untuk itu, dia meminta pemerintah waspada agar harga daging nantinya tidak mengalami lonjakan yang tinggi.

Sementara, untuk komoditi pangan lain seperti beras, bawang merah, cabai rawit, bawang putih, telur, dan lain sebagainya dinilai masih aman. Meski masih ada kenaikan untuk beberapa komoditas, tapi menurutnya itu tidak masalah seperti naik 5-6 persen masih wajar, tapi kalau di atas itu baru disebut tidak wajar.

Terlebih lagi di Jakarta, dengan adanya pelarangan mudik, maka konsumsi akan meningkat. “Mereka belanja besar-besaran mulai dari belanja beras, gula, tepung, minyak goreng, sampai mie instan dan sarden itu banyak sekali bantuan sosial. Kemudian masyarakat yang tidak mendapatkan itu juga banyak, di DKI Jakarta 1,2 juta orang berarti masih ada 8 juta orang lagi yang harus belanja juga untuk keperluan sendiri,” ujarnya.

Advertisement

Oleh karena itu, menurut Sarman pemerintah harus menghitung secara cermat baik pemerintah pusat, dan kementerian, antara untuk kebutuhan belanja pemerintah dan kebutuhan belanja masyarakat yang tidak kena sasaran bantuan sosial.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Penjualan Daging Sapi Turun Tajam, Pedagang Duga karena Wabah Virus Corona
Harga Daging Sapi Terpantau Normal Meski Banjir Melanda Jakarta
H-1 Tahun Baru 2020, Harga Cabai Naik Hingga Rp50.000 per Kg
Harga Daging Sapi dan Ayam Terpantau Stabil
Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Daging Sapi Stabil di Rp120.000 per Kg
Harga Daging Ayam dan Sapi Stabil di Pekan Kedua November 2019

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.