Kadin NTB & DPRD Dompu Desak Roadmap Pengembangan Tebu: Mengapa Status Kawasan Nasional 2024 Belum Optimal?
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB bersama DPRD Dompu mendesak roadmap Pengembangan Tebu Dompu, meskipun telah ditetapkan sebagai kawasan nasional 2024. Ada apa di balik sinergi yang belum optimal ini?
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Barat bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Dompu secara aktif mendorong pembentukan peta jalan atau "roadmap" untuk pengembangan komoditas tebu. Dorongan ini muncul seiring dengan penetapan Kabupaten Dompu sebagai kawasan tebu nasional pada tahun 2024 oleh pemerintah pusat. Langkah strategis ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ketua Kadin NTB, Faurani, di Mataram pada Sabtu (01/11), menegaskan bahwa semua hasil bumi, termasuk tebu, memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk menindaklanjuti momentum penetapan Dompu sebagai kawasan tebu nasional ini. Faurani khawatir kesempatan emas tersebut bisa bergeser ke daerah lain jika tidak segera direspons dengan serius.
Meskipun status nasional telah diberikan, sinergi konkret antara pengusaha dan pemerintah daerah dalam pengembangan tebu Dompu dinilai masih belum optimal di lapangan. Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi Kadin NTB dan DPRD Dompu, yang melihat adanya kebutuhan mendesak untuk kolaborasi yang lebih kuat. Mereka berharap agar semua pihak terkait dapat segera duduk bersama demi mewujudkan potensi penuh dari komoditas tebu di wilayah tersebut.
Sinergi Belum Optimal, Potensi Pengembangan Tebu Dompu Terancam
Penetapan Kabupaten Dompu sebagai kawasan tebu nasional oleh pemerintah pusat seharusnya menjadi pemicu bagi langkah taktis dan sinergi konkret antara pengusaha dan pemerintah daerah. Namun, menurut Faurani, sinergi tersebut hingga kini masih belum optimal di lapangan. Ia menyatakan bahwa status nasional yang diberikan belum sepenuhnya diimbangi dengan aksi kolaboratif yang kuat dari para pemangku kepentingan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terbuangnya potensi besar yang dimiliki Dompu dalam sektor pertanian tebu. Padahal, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, Pengembangan Tebu Dompu seharusnya dapat berjalan lebih cepat dan terarah. Kadin NTB berharap agar Pemprov NTB segera mengambil tindakan nyata untuk memastikan momentum ini tidak sia-sia.
Faurani menegaskan, "Tergantung kondisi tanah kita. Yang penting kita gali semua potensi yang ada. Kalau pemerintah pusat sudah menetapkan, harusnya di tindaklanjuti. Jangan sampai kesempatan emas ini bergeser (ke daerah lain)." Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi untuk bertindak cepat dan terkoordinasi dalam mewujudkan visi Dompu sebagai pusat tebu nasional.
Bola Ada di Pengusaha: Peran PT SMS dalam Pengembangan Tebu Dompu
Ketua DPRD Kabupaten Dompu, Muttaqun, menepis anggapan bahwa pemerintah daerah "disandera" oleh komoditas tertentu seperti jagung. Ia justru menegaskan bahwa "bola pertama ada di pihak pengusaha," khususnya PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS), pabrik gula yang beroperasi di Pekat, Dompu. Peran aktif PT SMS sangat krusial dalam mendorong Pengembangan Tebu Dompu ke depan.
Muttaqun mendesak PT SMS untuk lebih terbuka dan proaktif dalam berkomunikasi dengan pihak eksekutif dan pemerintah daerah. "Kalau memang berani, teman-teman SMS harus terbuka bersama eksekutif. Mereka perlu menyampaikan secara formal kebutuhan dan rencananya kepada pemda," ujarnya. Komunikasi yang transparan ini akan mempermudah pemerintah daerah dalam memberikan dukungan dan fasilitas yang diperlukan.
DPRD Dompu siap memfasilitasi pertemuan antara PT SMS, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan lainnya. Muttaqun menekankan pentingnya inisiatif dari pengusaha untuk aktif berkomunikasi dengan Dinas Perkebunan guna difasilitasi pertemuan dengan Bupati. Tanpa inisiasi dan komunikasi maksimal dari pengusaha serta petani, rencana Pengembangan Tebu Dompu berpotensi jalan di tempat atau bahkan menimbulkan kebingungan dalam implementasi.
Mewujudkan Roadmap dan Kesejahteraan Melalui Pengembangan Tebu Dompu
Muttaqun berharap agar ke depan dapat terbentuk peta jalan atau "roadmap" yang jelas, hasil kolaborasi kuat antara PT SMS dan Pemerintah Kabupaten Dompu. Dengan adanya roadmap ini, arah Pengembangan Tebu Dompu akan menjadi lebih terstruktur dan memiliki target yang terukur. Ini penting untuk memastikan bahwa semua upaya yang dilakukan selaras dengan tujuan nasional.
"Kami harap ada sinergi untuk duduk bersama membuat 'roadmap' pengembangan tebu. Dengan dukungan pemda, mimpi Dompu sebagai kawasan tebu nasional bisa benar-benar terwujud," tegas Muttaqun. Ia juga menegaskan bahwa semua komoditas, baik tebu maupun jagung, memiliki peluang yang sama untuk dikembangkan asalkan dikelola secara serius dan terencana.
Dukungan penuh dari semua pihak di NTB sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Dompu sebagai kawasan tebu nasional yang sukses, khususnya di wilayah Indonesia timur. Sinergi yang solid antara swasta, pemerintah daerah, dan pihak lainnya menjadi kunci utama. Hal ini akan memastikan bahwa status kawasan tebu nasional tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi benar-benar mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat Dompu dan seluruh Bumi Gora.
Sumber: AntaraNews