Kadin nilai pelaku UMKM masih sulit akses kredit perbankan
Pembukaan akses kredit menjadi prioritas penting selain penurunan suku bunga.
Usaha mikro, kecil, dan menengah masih kesulitan mendapatkan kredit usaha rakyat (KUR). Makanya, pembukaan akses kredit menjadi prioritas penting selain penurunan suku bunga.
Hal Tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia bidang UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, saat diskusi terkait penurunau suku bunga kredit perbankan, di Jakarta, Rabu (16/3)
"Suku bunga memang diharapkan turun di tengah pelambatan ekonomi seperti sekarang ini. Namun, buat UMKM prioritas bagaimana akses terhadap kredit bisa jauh lebih mudah," kata Sandiaga yang juga merupakan ketua umum asosiasi pedagang pasar Indonesia tersebut.
Dia mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi kendala pengusaha kecil mengakses kredit. Diantaranya, ketidaksamaan sistem dan lamanya proses penyaluran di perbankan.
"Kami harapannya ada terobosan teknologi sehingga pelaku usaha bisa mendapat sumber kredit dengan mudah."
Di sisi lain, menurut Sandiaga, pemerintah perlu juga mendorong penurunan suku bunga. Sebab, itu bisa menjadi stimulus untuk meningkatkan geliat pelaku ekonomi.
"Sangat mungkin suku bunga kredit turun hingga single digit. Pemerintah punya kekuatan untuk perbankan melakukan efisiensi dan terobosan. Sebab, net interest margin perbankan Indonesia masih tertinggi di dunia."
Baca juga:
OJK: Industri keuangan mikro berperan entaskan kemiskinan
Belajar dari krisis 1998, Wapres JK ingin UMKM terus berkembang
JK minta akses perbankan untuk sektor usaha mikro dipermudah
Pelaku industri kreatif minta insentif dari pemerintah
Pemerintah bakal sederhanakan izin usaha baru