Kadin: Demo 4 November buat penjualan ritel anjlok 90 persen
Kejadian tersebut dikhawatirkan akan kembali menimpa para pengusaha ritel. Bahkan, bisa saja terjadi kejadian yang lebih parah karena pada aksi demonstrasi 2 Desember 2016 dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan juga para serikat pekerja atau buruh.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, aksi demonstrasi 4 November lalu memberikan dampak buruk terhadap pengusaha ritel. Sebab, mereka mengalami penurunan penjualan yang cukup signifikan selama satu hari penuh.
Menurutnya, kejadian tersebut dikhawatirkan akan kembali menimpa para pengusaha ritel. Bahkan, bisa saja terjadi kejadian yang lebih parah karena pada aksi demonstrasi 2 Desember 2016 dilakukan oleh Front Pembela Islam (FPI) dan juga para serikat pekerja atau buruh.
"Kalau ritel yang terkait di bundaran HI itu drop sekali penjualan mereka hanya 10 persen alias anjlok 90 persen. Tapi kalau yang berjarak sekitar 10 km dropnya 30-40 persen walaupun hari kemudiannya normal. Tapi dampak mulai anarki yang malam hari menjadi negatif, sepanjang tertib damai tidak masalah," ujar Rosan di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (29/11).
Dia meminta, apabila memang tuntutan demonstran dan para serikat pekerja tidak dikabulkan, maka harus dibawa ke jalur hukum. Jika dipaksakan dengan aksi anarki, dia menilai hal tersebut juga akan merugikan para pekerja itu sendiri.
"Seperti pengusaha selama ini kalau dirugikan kita jalan dengan proses hukum. Walau menang atau kalah tapi kita lakukan dan agar tidak merugikan umum," pungkasnya.
Baca juga:
Pengusaha harap demonstran 2 Desember tak berlaku anarkis
Pengusaha: Demo 2 Desember tak buat investor khawatir
Kadin bantu pemerintah aliri listrik ke 12.695 desa terpencil
Kadin: Kontribusi pertanian ke pertumbuhan ekonomi masih rendah
Kadin desak pemerintah realisasikan kebijakan One Map Policy
Kadin DKI sebut demo 2 Desember akan mengganggu aktivitas bisnis
Kadin DKI sebut demo 2 Desember akan mengganggu aktivitas bisnis
Pengusaha minta induk BUMN gandeng swasta dalam pembangunan