LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jokowi: Pemerintah Dahulukan Beri Insentif Motor Listrik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pemerintah memprioritaskan pemberian insentif bagi kendaraan listrik roda dua atau sepeda motor listrik. Sebab, masa tunggu atau inden mobil listrik yang dibeli konsumen masih terlampau lama, bahkan ada yang mencapai satu tahun.

2023-02-16 13:59:58
Motor Listrik
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan bahwa pemerintah memprioritaskan pemberian insentif bagi kendaraan listrik roda dua atau sepeda motor listrik. Sebab, masa tunggu atau inden mobil listrik yang dibeli konsumen masih terlampau lama, bahkan ada yang mencapai satu tahun.

"Tentu saja yang didahulukan akan motor dulu. Wong tadi yang mobil-mobil listrik saya tanya ngantri-nya ada yang setahun, ada yang 2 bulan, 6 bulan indent, apalagi diberi insentif," kata Jokowi usai menghadiri Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023 di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (16/2).

Dia menjelaskan, saat ini antusiasme masyarakat untuk membeli kendaraan listrik cukup tinggi sebagaimana terlihat dari angka pemesanan kendaraan. Sementara untuk besaran insentif kendaraan listrik hingga saat ini masih dihitung oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Advertisement

Jokowi menjamin pemerintah akan melakukan perhitungan dan kalkulasi yang matang sebelum resmi menetapkan insentif kendaraan listrik. "Insentif masih dihitung terus oleh Kementerian Keuangan, berapa yang pertama untuk mobilnya, dan berapa untuk motornya," ujarnya.

Untuk itu, dia meminta industri otomotif untuk bergeser ke kendaraan listrik, mengingat kendaraan listrik sedang tren di berbagai negara. Tentunya, hal ini sejalan dengan target pemerintah agar Indonesia bisa masuk ke supply chain global.

"Jadi investor sekarang kalau dia ingin membuat katop atau prekursor harus stop dulu, harus masuk ke EV baterai sehingga kita bisa mendapatkan nilai tambah yang lebih dari industri yang kita miliki," jelasnya.

Advertisement

Baca juga:
Luhut Akui Tak Mudah Jadikan RI Raja Baterai Listrik Dunia
Kabar Baik Bagi Pengguna Mobil Listrik, PLN Bakal Bangun SPKLU di Tol Jakarta-Merak
Kendaraan Listrik Makin Diminati, Kenali Berbagai Fakta Perkembangannya di Indonesia
LG Terancam Batal Ikut Garap Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik di RI
Daihatsu Jepang Gelar Studi untuk Opsi Pemasaran Model EV di Indonesia
Korlantas: Sepeda Listrik Bisa Ngebut 35 Km/Jam Wajib SIM

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.