Daihatsu Jepang Gelar Studi untuk Opsi Pemasaran Model EV di Indonesia

Pabrik baru ini akan memiliki fasilitas perakitan (assembly), welding, painting, dan public facility. Rencananya rampung pada 2024 dengan memproduksi model Xenia, Avanza, Terios, dan Rush serta model kendaraan elektrifikasi atau electric vehicle (EV).

Syakur Usman
Oleh Syakur Usman - Reporter
Daihatsu Jepang Gelar Studi untuk Opsi Pemasaran Model EV di Indonesia
Acara seremoni ground breaking pabrik Daihatsu Karawang Assembly Plant 2.. ©2023 Merdeka.com

Pabrikan otomotif asal Jepang, Daihatsu Motor Co Ltd (DMC), akan melakukan studi untuk memperkenalkan model electric vehicle (EV) yang ada di pasar Jepang ke pasar Indonesia.

Hiromasa Hoshika, Executive Vice President DMC, mengatakan pabrik baru Daihatsu Karawang 2 di Karawang Timur, Jawa Barat, juga akan disiapkan untuk model EV yang dipasarkan di Jepang.

Namun, Hoshika-san tidak menyebutkan model EV yang dimaksudkan.

"Untuk itu, kami akan studi untuk memperkenalkan model EV Daihatsu Jepang ke pasar Indonesia," ujar Hoshika saat seremoni ground breaking Daihatsu Karawang Plant 2 di Karawang Timur, Kamis siang (2/2).

Pabrik baru Karawang Plant 2 dikelola oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Merupakan relokasi dari pabrik Daihatsu Sunter I di Jakarta Utara. Investasinya Rp 2,9 triliun dengan kapasitas produksi 140 ribu unit per tahun.

Pabrik baru ini akan memiliki fasilitas perakitan (assembly), welding, painting, dan public facility. Rencananya rampung pada 2024 dengan memproduksi model Xenia, Avanza, Terios, dan Rush serta model kendaraan elektrifikasi atau electric vehicle (EV).

Fasilitas pabrik baru ini juga akan memanfaatkan energi terbarukan yang dapat mengurangi kadar emisi karbon hingga 20 persen.

Menurut Hoshika, kebijakan pembangunan pabrik baru sekaligus relokasi pabrik Daihatsu Sunter I ini untuk mendukung target net zero emisson DMC di masa mendatang. Selain menambah tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) kendaraan Daihatsu di Indonesia.

"Lokalisasi (Daihatsu) di Indonesia bertumbuh sejak model low cost and green car (LCGC) pada 2013," jelas Hoshika-san dalam sambutan singkatnya.

Sementara, Yasushi Kyoda, Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor (ADM), memaparkan saat ini pabrik Daihatsu Indonesia memiliki rasio lokalisasi lebih dari 80 persen dengan jumlah pemasok 1.700 perusahaan dan 500 usaha kecil menengah (UKM).

Model kendaraan yang diproduksi di pabrik Sunter dan Karawang: Ayla, Sigra, Xenia, Terios, Gran Max, dan Rocky.

Pada tahun lalu, Daihatsu Indonesia mencatat pertumbuahn penjualan ritel 18,6 persen menjadi 188.660 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara kinerja ekspornya juga tumbuh menjadi 160.254 unit.

Rekomendasi