Jokowi minta Pupuk Iskandar Muda dihidupkan dukung swasembada pangan
Presiden Jokowi memberi solusi PIM untuk mengganti bahan baku gas dengan batu bara.
Presiden Joko Widodo meminta pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berada di Provinsi Aceh 'dihidupkan' kembali. Keinginan ini dimaksudkan agar dapat mendukung program swasembada pangan Jokowi dan menggenjot ekspor Indonesia.
"Tolong di sana (Pupuk Iskandar Muda) dihitung kembali dan dapat ekspansi," kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan pabrik 5 PT Pupuk Kalimantan Timur dan Pabrik Asam Fosfat II - PT Petrokimia Gresik di Bontang, Kalimantan Timur, seperti dilansir Antara, Kamis (19/11).
Presiden mengungkapkan masalah operasional pabrik PIM berada di pasokan gas. Menurutnya, solusi permasalahan itu dengan mengganti gas dengan batu bara sehingga bisa beroperasi secara normal kembali.
"Strategi negara ke depan selain memenuhi pangan sendiri, dalam 3-4 tahun harus bisa mengekspor, tapi harus didukung oleh industri pupuk," kata Presiden .
Menurut Presiden, keberadaan pabrik pupuk mempunyai peran yang sangat penting dalam pencapaian swasembada dan kemandirian pangan.
Presiden menjelaskan bahwa kebutuhan pupuk urea dan fosfat akan semakin meningkat di masa mendatang. Dari catatannya, tahun lalu saja, kebutuhan pupuk urea dan fosfat sebesar 6,7 juta ton dan 400.000 ton.
"Ke depannya, kebutuhan pupuk akan terus meningkat sejalan dengan program perluasan atau ekstensifikasi lahan pangan," ucap Presiden.
Perluasan lahan pertanian diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah kawasan Indonesia bagian Tengah dan Indonesia bagian Timur.
Untuk itu, BUMN sektor pupuk diminta untuk terus melakukan investasi. Baik dari kocek internal perusahaan atau mencari investor dari dalam maupun luar negeri.
"Saya berikan keleluasaan untuk bisa kerja sama tapi harus ada hitungannya, ada kalkulasinya," ucap Presiden.
Sebelumnya, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan PIM merupakan satu-satunya pabrik pupuk yang masih sulit berkembang. Menurut dia, pasokan gas dari Aceh untuk PIM sudah habis dikirim ke Jepang dalam bentuk gas alam cair (LNG) selama 30 tahun terakhir.
Sebagai informasi, PIM adalah anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang industri kimia khususnya memproduksi pupuk urea dan ammonia.
Dengan memanfaatkan tersedianya cadangan gas alam besar yang ditemukan di Desa Arun, Kabupaten Aceh Utara serta sumber air yang mengalir dari pegunungan di Aceh melalui Sungai Peusangan, PT PIM berdiri dengan kapasitas sama dengan pabrik-pabrik pupuk yang sebelumnya dibangun pemerintah yaitu 570.000 ton/tahun dan ammonia 386.000 ton/tahun. PIM merupakan pabrik pupuk urea ke-11 di Indonesia.
Saat ini PT PIM memiliki 2 unit pabrik yang memproduksi urea jenis prill (butiran) dan granule (tablet) yang masing-masing berkapasitas sama. Kedua jenis urea itu diproyeksikan dapat mensuplai pupuk nasional setiap tahun dan bahkan dapat mengekspor melalui fasilitas pelabuhan sendiri.
Baca juga:
Pemerintah bakal 'jual' delapan BUMN tahun depan
Dua maskapai asing siap bangkitkan Merpati Airlines dari kubur
Pertamina benarkan ada surat Setya Novanto tagih utang PT OTM
Wapres JK: Saya berada di depan RJ Lino
Achsanul klaim audit Petral milik BPK lebih lengkap
Pansus Pelindo: Kalau BPK masuk angin, nanti dibelikan tolak angin
Pertamina akan serahkan hasil audit Petral ke KPK