Jokowi minta masyarakat tak takut masuk persaingan ekonomi global
Keputusannya bergabung ke pasar bebas Amerika Serikat (AS) dimaksudkan untuk mengejar ketinggalan perekonomian.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak takut berkompetisi dalam setiap persaingan ekonomi global. Sehingga, keputusannya bergabung ke pasar bebas Amerika Serikat (AS) atau Trans Pacific Partnership (TPP) dimaksudkan untuk mengejar ketinggalan dalam perekonomian.
"Jangan takut berkompetisi dengan negara yang lain. Saya sampaikan ke menteri, gubernur, walikota, bupati bahwa visi kita ke depan adalah visi kompetisi. Sehingga kita harus berani tidak boleh ada kata yang lain. Bukan saatnya bilang 'jangan tahun ini, nanti saja'. Tidak boleh menolak dan bilang tidak mau," kata Jokowi dalam Kompas 100 CEO di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (26/11).
Jokowi menambahkan, kerjasama tersebut memang memiliki tantangan yang besar. Namun, kata dia, Indonesia memiliki potensi untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain.
"Saya juga menyampaikan, kepala-kepala negara yang lain mengatakan ke saya kalau mereka takut dengan Indonesia. Kalau kita yang takut ke mereka, justru keliru. Kita disini ragu dan takut, malah mereka yang justru juga takut sama kita," kata dia.
Dengan demikian, lanjut Jokowi, Indonesia tidak perlu takut akan adanya kerjasama yang lebih luas. Sehingga, untuk menciptakan fleksibilitas ekonomi kita yang lebih baik, Indonesia harus memiliki kunci persaingan, kompetisi, efisiensi, dan kemudahan dalam membuat aturan.
"Yang paling penting identifikasi produk-produk yang efisien, yang bagus, yang punya daya saing. Yang belum baik maka harus kita perbaiki," pungkas dia.
Baca juga:
Gabung blok pasar bebas AS, Indonesia kudu ubah pola pikir
Ekonom sebut BUMN terancam bangkrut jika Jokowi setuju gabung TPP
2018, Mendag Lembong isyaratkan RI gabung blok pasar bebas AS
Ikut blok dagang AS, Mendag yakin RI bisa kejar ketertinggalan
Pengusaha Indonesia tak maju karena terbuai pasar dalam negeri