JK: Di Indonesia, 2 kali pemerintahan berganti karena masalah pangan
Pada 1965 dan 1998.
Wakil Presiden Jusuf Kalla atau akrab disebut JK mengatakan persoalan pangan yang parah bisa menghancurkan suatu pemerintahan. Ini seperti pernah dialami Indonesia.
"Pengalaman Indonesia dua kali pemerintah ganti karena masalah pangan," katanya saat menyampaikan kuliah umum di Perum Bulog, Jakarta, Selasa (10/5).
Pada 1965, kata JK, masyarakat kesulitan pangan. Dengan ditambah krisis politik, rezim pemerintahan kala itu harus berakhir.
"Tahun 1965, orang harus antre dapat pangan. Gabungan krisis politik dan ekonomi buat pemerintah jatuh. Kalau politik saja masih tahan. Kalau gabungan keduanya sulit," katanya.
Peristiwa serupa terulang pada 1998. Kala itu, krisis moneter menerpa Indonesia.
"Tahun 1998, Indonesia impor 6 juta ton itu pun masih naik harga beras. Pemerintah tidak bisa kontrol keadaan," katanya.
"Kekeringan karena ada el nino di 1997. Begitu efek terjadi pada pangan, di samping menyulitkan orang, bisa jatuhkan pemerintahan."
Oleh sebab itu, JK berpesan kepada Perum Bulog untuk berusaha maksimal menjaga pasokan pangan.
Baca juga:
Pemerintah harus hati-hati dengan wacana tak impor beras di 2016
Jaga pakan ternak, pemerintah impor 191 ribu ton jagung
DPR pesimistis produksi jagung surplus tahun ini
Niat jadi orang kaya, pengusaha ini malah bantu 5.000 petani jagung
Ini rahasia Pemda Sleman genjot produksi padi di lahan sempit