Jelang paket kebijakan jilid V, Rupiah paling perkasa se-Asia
Rupiah telah menguat 7,5 persen salam bulan ini dan merupakan kinerja terbaik se-Asia.
Penguatan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika (USD) tertinggi se-Asia. Rupiah mulai perkasa karena banyaknya dan asing yang masuk ke pasar saham dan obligasi dalam negeri, di tengah ketidakpastian The Fed menaikkan suku bunga acuan.
Bloomberg menyebut, investor luar negeri telah membeli saham di Indonesia mencapai USD 50 juta dalam tiga hari belakangan ini. Setidaknya Rp 2,34 triliun uang masuk yang telah dikonversi ke Rupiah dalam dua minggu terakhir.
Optimisme terhadap Indonesia terus meningkat seiring akan diumumkannya paket kebijakan ekonomi jilid V oleh Presiden Joko WIdodo. Nilai tukar Rupiah melemah empat hari berturut-turut dan kemudian hari ini menguat 0,8 persen menjadi Rp 13.614 per USD pukul 09.33 WIB. Tak hanya itu, hingga siang ini Rupiah terus menguat ke level Rp 13.522 per USD.
Rupiah telah menguat 7,5 persen salam bulan ini dan merupakan kinerja terbaik se-Asia dibandingkan pelemahan sepanjang tahun ini 9,1 persen.
"Kami melihat banyak aliran dana mendukung Rupiah karena pasar tidak percaya The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang," ucap ahli strategi mata uang Australia & New Zealand Banking Group Ltd, Irene Cheung di Singapura, Kamis (22/10).
Dalam paket kebijakan ekonomi sebelumnya, pemerintah Indonesia memberi diskon tarif listrik untuk industri dan mempercepat perizinan investasi.
Baca juga:
Besok, Jokowi luncurkan paket kebijakan ekonomi jilid V
Rupiah dibuka melemah 15 poin ke level Rp 13.739 per USD
Tahun depan, Bank Dunia proyeksi ekonomi Indonesia tumbuh 5,3 persen
Bos GO-JEK klaim produknya lebih unggul dari situs belanja online
Permintaan komoditas China turun, ekspor Indonesia dilibas Malaysia
Ekonom: Jokowi lebih baik perbaiki ekonomi ketimbang reshuffle