Jangan Sembarangan Sambungkan Wi-Fi Gratis Hotel saat Liburan, Ini Bahayanya
Pada tahun 2019, peneliti keamanan menguji peretasan Wi-Fi di 45 lokasi di lima negara.
Segera hapus kebiasaan Anda untuk menggunakan Wi-Fi gratis di kamar hotel saat liburan. Sebab, penggunaan jaringan wifi untuk berselancar di dunia maya, melakukan transaksi perbankan, atau berbelanja saat dapat menimbulkan risiko serius.
"Anda mungkin terlihat seperti fasilitas yang menyenangkan. Namun, menjelajah, bekerja, melakukan transaksi perbankan, atau berbelanja saat menggunakan Wi-Fi hotel dapat menimbulkan risiko serius," tulis laman Aura.com dikutip Senin (27/1)
Pada tahun 2019, peneliti keamanan menguji peretasan Wi-Fi di 45 lokasi di lima negara. Hasilnya, idak ada satu pun hotel yang lulus uji. Bahkan, situasinya tidak membaik dalam beberapa tahun terakhir.
Selain itu, hotel merupakan target serangan siber ketiga yang paling umum, mewakili 13 persen dari semua serangan siber sejak tahun 2020
Artinya, data pribadi Anda rentan bocor selama pelanggaran data atau beredar di Dark Web, data tersebut mungkin berasal dari koneksi hotel yang tidak aman.
"Semua hotel rentan terhadap serangan, dari merek kecil hingga jaringan global. Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang Wi-Fi hotel dan cara melindungi diri saat bepergian," sebut Aura.com.
Kejahatan Siber
Maraknya kejahatan siber yang menyerang Wi-Fi hotel, FBI bahkan mengeluarkan pengumuman layanan publik.
"Tamu tidak boleh secara implisit percaya bahwa hotel telah mengamankan jaringan mereka dengan benar atau memantaunya untuk serangan," ujar FBI.
Meskipun, ada perlindungan umum, keamanan Wi-Fi hotel sangat lemah, menjadikannya salah satu jenis Wi-Fi publik yang paling tidak dapat dipercaya.
Risiko Penggunaan Wi-Fi Hotel
Berikut ini adalah beberapa risiko yang paling umum terjadi saat Anda menggunakan Wi-Fi hotel:
1. Pencurian identitas
Peretas dapat mengintip aktivitas daring Anda dan mengumpulkan cukup banyak informasi untuk mencuri identitas Anda.
2. Pencurian rekening bank
Penjahat dunia maya dapat menyadap detail perbankan Anda (nomor rekening, kata sandi, dll.) dan mengambil alih rekening bank dan rekening pensiun Anda.
3. Informasi kartu kredit yang dicuri.
Peretas dapat mengumpulkan data pembayaran Anda, bahkan di situs belanja tepercaya seperti Amazon.
4. Peretasan email perusahaan
Jika Anda bepergian untuk bekerja, penipu dapat menargetkan kredensial email bisnis Anda untuk menipu tempat kerja dan kolega Anda.