ISIS makin miskin, gaji pejuang harus rela dipotong setengah
Maret lalu, ISIS hanya mampu mengumpulkan USD 56 juta.
Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan makin kesulitan mendanai aksi teror mereka. Hal ini diakibatkan makin menyusutnya wilayah kekuasaan dan harga minyak yang tengah murah.
Dilansir dari CNN Money, Jumat (22/4), berdasarkan informasi dan analisis dari IHS, penerimaan ISIS ambruk 30 persen. Maret lalu, ISIS hanya mampu mengumpulkan USD 56 juta. Angka ini turun drastis dibanding pada pertengahan 2015 di mana mereka mampu meraup USD 80 juta.
Menurut Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, penurunan pendapatan membuat ISIS kesulitan mengekspansi daerah jajahannya. Selain itu, imbas lainnya ialah gaji para pejuangnya harus rela dipotong hingga setengah.
Kejadian ini merupakan pukulan bagi kelompok yang sempat masuk salah satu teroris terkaya tersebut.
Penyebab lain dari kesulitan pendanaan ini ialah semakin sedikitnya penduduk yang tinggal di wilayah kekuasaan ISIS. Semakin sedikit penduduk maka penerimaan pajak turut tergerus.
"Penduduk yang tinggal di bawah kuasa ISIS menurun dari 9 juta menjadi 6 juta orang," ujat analis senior IHS, Columb Strack.
Pendapatan pajak, yang mana penyumbang 50 persen pendapatan ISIS, jatuh 23 persen sejak musim panas lalu. Maka dari itu, ISIS terus menekan penduduk untuk menaikkan upetinya.
Sejauh ini ISIS memberlakukan 10 persen untuk pajak penghasilan, 15 persen untuk pajak bisnis, 2 persen pajak penjualan, dan biaya 5 persen untuk setiap penarikan dari bank. ISIS juga memberlakukan dana keamanan untuk warga non-muslim di sana.
Tak hanya itu, ISIS juga menarik biaya untuk tiap warga yang membetulkan antena rumahnya. Penduduk juga diminta 'denda keimanan' jika mereka tidak bisa menjawab pertanyaan seputar Al-quran.
Baca juga:
Menteri pertahanan Prancis: ISIS bakal lenyap akhir tahun ini
ISIS eksekusi mati 250 wanita karena menolak jadi budak seks
Diselamatkan dari kepungan ISIS, TKI dari Subang segera pulang
Polisi sebut ISIS dan Mafia Italia berbisnis ganja
Kepala BNPT sebut ISIS dalang teror di Indonesia
Harta ISIS untuk operasional susut tinggal Rp 708 miliar
Cara tentara Irak semangati warga di bawah kendali ISIS lewat radio