Iran jadi salah satu fokus pengembangan usaha hulu Pertamina
Wilayah kerja minyak dan gas bumi di Iran tetap menjadi salah satu fokus PT Pertamina dalam upaya mengembangkan usaha hulu, utamanya di luar negeri. Dengan cadangan migas yang besar menjadikan Iran sebagai salah satu tujuan investasi perusahaan-perusahaan migas global.
Wilayah kerja minyak dan gas bumi di Iran tetap menjadi salah satu fokus PT Pertamina dalam upaya mengembangkan usaha hulu, utamanya di luar negeri. Dengan cadangan migas yang besar menjadikan Iran sebagai salah satu tujuan investasi perusahaan-perusahaan migas global.
Senior Vice President Upstream Business Development Denie S. Tampubolon mengatakan Pertamina masih menanti keputusan National Iranian Oil Company (NIOC) untuk menindaklanjuti proposal pengembangan dua lapangan onshore Ab-Teymour dan Mansouri. Kedua ladang minyak raksasa tersebut adalah hasil nota kesepahaman NIOC dan Pertamina pada Agustus 2016.
"Untuk kedua aset migas di Iran, yaitu Ab-Teymour dan Mansouri, tentu saja sangat kami nantikan keputusan hasil evaluasi dari NIOC. Bagaimanapun aset-aset tersebut sangatlah prospektif bagi Pertamina dan juga Indonesia apabila dikaitkan dengan upaya kita menjaga ketahanan energi nasional kita," ujar Denie di Cirebon, Jawa Barat, Selasa (11/4).
Pertamina telah menyampaikan proposal pengembangan kedua lapangan kepada NIOC pada akhir Februari 2017. Selama lima bulan, Pertamina melakukan kajian teknis untuk kedua lapangan produksi migas yang diperkirakan memiliki cadangan lebih dari 3 miliar tersebut.
"Iran merupakan salah satu negara dengan cadangan migas terbesar di dunia. Cadangan minyak Iran tercatat sebesar 158 miliar barel, sedangkan cadangan gasnya sebesar 1.201 tcf," ungkapnya.
Sebagai informasi, sejak awal tahun lalu, dunia Internasional telah mencabut sanksi atas Iran terkait dengan program nuklirnya sehingga membuka peluang mengalirnya investasi dari negara lain ke Iran, termasuk di sektor migas. Berbagai perusahaan migas dunia, termasuk Pertamina telah menunjukkan minat untuk dapat berpartisipasi pada industri migas di negara tersebut.
Baca juga:
Pertamina optimis peroleh 650.000 BOEPD dari luar negeri di 2025
Pertamina Fastron jadi brand oli terpopuler Digital Indonesia 2017
Pertamina sebut holding migas bisa potong rantai distribusi
Maret 2017, produksi minyak Pertamina EP hanya 95 persen dari RKAP
Ini cara Pertamina kembangkan teknologi dalam produksi migas
Mei 2017, Pertamina ambil alih lapangan migas Jambaran-Tiung Biru
Iran disanksi AS, Pertamina pikir ulang soal kerja sama perminyakan