Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam Lumpuh
Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi perdagangan minyak dunia.
Serangan Udara Amerika Serikat terhadap tiga situs nuklir utama Iran, membuat eskalasi perang semakin tinggi. Dilansir dari CNN, seorang penasihat terkemuka pemimpin tertinggi Iran telah menyerukan serangan rudal terhadap kapal Angkatan Laut AS dan penutupan Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur krusial bagi perdagangan minyak dunia, mengingat selat tersebut merupakan rute pengiriman minyak utama.
"Setelah serangan Amerika terhadap instalasi nuklir Fordow, sekarang giliran kita," demikian peringatan Hossein Shariatmadari, pemimpin redaksi surat kabar garis keras Kayhan, seorang tokoh konservatif terkenal yang sebelumnya mengidentifikasi dirinya sebagai "perwakilan" Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Pesan Telegram dari Kayhan mengutip pernyataan Shariatmadari “Tanpa ragu atau menunda, sebagai langkah pertama, kita harus meluncurkan serangan rudal terhadap armada angkatan laut Amerika yang bermarkas di Bahrain dan sekaligus menutup Selat Hormuz untuk pelayaran Amerika, Inggris, Jerman, dan Prancis.”
Pesan itu diakhiri dengan kutipan dari Al-Quran yang berbunyi: “Bunuhlah mereka di mana saja kamu dapati mereka.”
Belum ada tanggapan resmi dari Pemimpin Tertinggi Khamenei terhadap serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran.
Serangan Amerika ke Situs Nuklir Iran
Seperti diketahui, Amerika Serikat ikut campur dengan melancarkan serangan udara terhadap tiga situs nuklir utama Iran. Fordow, Natanz, dan Isfahan, tiga pilar program nuklir Iran, menjadi sasaran presisi militer Amerika yang kini mengubah arah konflik menjadi jauh lebih luas dan berbahaya.
Dilansir dari BBC, Fordow bukan sekadar fasilitas biasa. Terletak di lereng gunung di selatan Teheran, tempat ini dibangun sangat dalam dan diperkirakan sekitar 80 hingga 90 meter di bawah permukaan tanah, membuatnya hampir mustahil dihancurkan oleh persenjataan konvensional.
Namun, Amerika Serikat punya senjata yang bisa menembus bunker: bom GBU-57 Massive Ordnance Penetrator (MOP), seberat 13.000 kilogram. Dalam serangan terbaru, dua bom MOP dikabarkan dijatuhkan ke setiap target, termasuk Fordow. Serangan ini disebut-sebut sebagai yang paling serius terhadap fasilitas bawah tanah Iran.
Sementara itu, Natanz adalah pusat pengayaan uranium terbesar Iran, sementara Isfahan dikenal sebagai lokasi konversi uranium menjadi bahan bakar. Dengan menyerang dua fasilitas ini, Amerika seolah ingin memutus rantai nuklir Iran dari hulu ke hilir, dari pengolahan bahan baku hingga tahap pengayaan.