Investasi Emas Lebih Menggeliat di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global
CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan, investasi emas masih menjadi primadona di tengah ketidakpastian global yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, sejak dahulu emas sudah dikenal sebagai aset yang relatif lebih aman. Sebab tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi perekonomian.
CEO dan Co Founder Tamasia Muhammad Assad mengungkapkan, investasi emas masih menjadi primadona di tengah ketidakpastian global yang sedang terjadi akhir-akhir ini. Menurutnya, sejak dahulu emas sudah dikenal sebagai aset yang relatif lebih aman. Sebab tidak terlalu terpengaruh oleh fluktuasi perekonomian.
"Kalau taruh misalnya di saham, capital market, saat ekonomi menukik pasti capital market pun menukik. Sering kali orang lebih memilih investasi di instrumen investasi ini (emas) dibandingkan yang lain," kata dia, dalam Coffee Talk Kupas Tuntas Aturan dan Kewajiban Penyelenggaraan Emas Digital, di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (15/8).
Harga emas pun diprediksi akan terus mengalami kenaikan ke depan. Hal ini karena masih adanya ketidakpastian global mulai dari perang dagang hingga devaluasi Yuan. Selain itu, kebijakan pemangkasan suku bunga di sejumlah bank sentral dan kondisi capital market yang bergerak fluktuatif, lanjut dia, juga bakal menggeliatkan investasi emas.
"The Fed memotong basis suku bunga 0,25, sehingga harga emas melonjak lebih tinggi lagi. Logikanya adalah saat suku bunga dipotong orang tidak akan taruh uang di bank," ungkapnya.
"Dia akan ambil uang itu, dia juga tidak masukkan ke capital market, akhirnya dia beli apa, emas. Sedangkan kita tahu supply emas terbatas sedangkan demand-nya tidak terbatas," imbuhnya.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk memfasilitasi masyarakat untuk bisa memiliki emas dengan cara yang mudah dan simpel. Melalui platformnya masyarakat dapat membeli emas bisa dengan cara eceran mulai dari Rp 10.000.
Assad mengungkapkan pelanggan bisa melakukan jual beli emas Logam Mulia Antam mulai dari Rp 10.000. Nilai pembelian tersebut nantinya akan dikonversi dengan gram emas sesuai dengan harga emas yang berlaku.
"Tamasia bekerja sama dengan Antam Emas juga memfasilitasi pelanggan untuk mencetak emas dengan pilihan ukuran 1, 5, 10, 25, 50, 100 gram. Emas tersebut dapat langsung dikirimkan langsung ke alamat pelanggan," ujar dia.
Baca juga:
KEIN Sebut Kementerian Investasi Sudah Jadi Praktik Umum Negara Maju Dunia
Pekan Depan, ESDM Pastikan Data Migas RI Bisa Diakses Online
Ekonom Nilai Pembentukan Kementerian Investasi Tak Lantas Selesaikan Masalah
Menko Luhut ke CEO Softbank: Kamu Jangan Investasi Cuma ke Grab Saja Dong
Faisal Basri: Presiden Jokowi Salah Diagnosa soal Wacana Kementerian Investasi
Faisal Basri Bantah Indonesia Tak Ramah Investasi Asing