Intimidasi calo, perusahaan terpaksa rekrut pekerja minim kualitas
"Akibat percaloan tersebut perusahaan tidak mendapatkan pekerja dengan kualitas baik dan tanpa keterampilan."
Praktik percaloan tenaga kerja masih terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air. Ini menyulitkan perusahaan mendapatkan pekerja dengan kualitas terbaik.
Hal tersebut diakui Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Syafrudin, seperti diberitakan Antara, Minggu (12/6).
"Akibat percaloan tersebut perusahaan tidak mendapatkan pekerja dengan kualitas baik dan tanpa keterampilan, ini menjadi persoalan," katanya.
Syafrudin mencontohkan, ada perusahaan garmen dan pembuatan sepatu yang terpaksa menerima pekerja tak terampil hasi percaloan. Sebab, perusahaan tersebut mendapat intimidas dari oknum calo.
Untuk mengikis percaloan, menurut Syafrudin, pihaknya sudah menyusun draf peraturan daerah terkait itu dan segera diusulkan ke DPRD Kabupaten Tangerang.
Dia juga mengimbau calon pekerja untuk mengikuti pelatihan ketrampilan. Terkait itu, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) swasta untuk mendidik calon pekerja.
Ketua Federasi Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Kabupaten Tangerang, Koswara menyadari kesulitan pemerintah memerangi percaloan. Ini lantaran minimnya pengaduan.
Kendati demikian, dia tetap berharap pemerintah daerah dapat memersempit ruang calo tenaga kerja lewat penyusunan Perda.
Baca juga:
Daftar kota dunia rumah para 'penggila kerja', salah satunya Jakarta
5 Aturan kerja unik dari penjuru dunia, bikin senyum-senyum sendiri
Di Asia Tenggara, produktivitas pekerja RI tertinggi kedua
LBH: Pekerja kontrak yang baru bekerja sebulan berhak terima THR
Per 1 Juni, layanan investasi 3 jam BKPM cetak 44.400 tenaga kerja