LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini strategi petani agar panen melimpah saat musim kemarau melanda

Pembagian air menjadi kunci kesuksesan para petani.

2016-09-28 19:11:22
Swasembada Pangan
Advertisement

Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Jaya Tirta mencatatkan rekor terbaik bergabung menjadi salah satu unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Produktifitas Gabah Kering Panen (GKP) Hippa Jaya Tirta jauh di atas rata-rata nasional, yakni sebanyak 14 ton per hektar.

Ketua Hippa Jaya Tirta, Suwignyo mengungkapkan, pihaknya mengairi 505 hektar sawah di Desa Gedongarum, dengan produktivitas 10-14 ton per hektar dan Indeks Pertanaman (IP) 200, tergantung iklim.

Alur pembagian airnya yakni dari pompa induk yang dijalankan oleh lima orang teknisi. Lalu, setelah keluar ke pembagian pintu air, langsung dikelola oleh tiga koordinator Hippa. Masing-masing koordinator membawahi karyawan pembagi air yang ada di sawah.

Advertisement

"Pembagiannya, kalau salah satu koordinator kebagian tiga hari, selanjutnya koordinator yang lain selama tiga hari, terus seperti itu bergantian. Air yang digunakan untuk mengalirkan sawah di desa ini berasal dari Sungai Bengawan Solo," ujar Suwignyo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/9).

Menurutnya, hasil panen lebih maksimal pada musim kemarau karena produktivitas rata-rata 12 ton per hektar. Bahkan, ada beberapa titik ada yang produktivitasnya mencapai 14 ton per hektar. Varietas padi yang tanam oleh petani di Gedongarum adalah jenis Ciherang, dengan IP 200 bahkan ada yang 300.

"Sedangkan pada kondisi iklim saat ini, produktivitas menurun menjadi rata-rata 10 ton per hektar. Ini disebabkan Desa Gedongarum berlimpah air, sehingga permasalahan akan terjadi jika hujan kerap datang. Namun terlepas dari itu, semua masalah dapat teratasi," jelas dia.

Advertisement

Dari pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan), akunya, juga memberikan bantuan seperti empat unit diesel, combine harvester 12 unit, traktor roda dua untuk semua kelompok tani, transplanter, dan lainnya.

"Sementara setiap musim panen, petani Hippa dijual dengan sistem lelang di sawah. Dengan begini, hasil jual petani Hippa lebih baik," tutupnya.

Baca juga:
Ada aturan impor sapi anyar, mentan optimistis swasembada terwujud
Capai swasembada, pemerintah cari lahan baru sesuai budaya tanam
Amran: Petani banyak jadi begal karena tak ada kepastian harga
Pengamat: Holding BUMN pangan jangan berorientasi untung
Mentan ingin jadikan Kepri pemasok pangan organik dunia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.