Amran: Petani banyak jadi begal karena tak ada kepastian harga
Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengatakan saat ini, tercatat 20 juta orang mulai meninggalkan profesi petani. Bahkan, ada beberapa petani yang memilih menjadi pelaku kriminal.
Amran menegaskan masalah tersebut disebabkan tak adanya kepastian harga pangan. Menurutnya, saat ini petani hanya membutuhkan kepastian harga bukan penambahan impor pangan.
"Petani tidak butuh disuapi anggaran, petani butuhnya kepastian harga. Tidak ada lagi alasan impor jagung, tidak ada lagi harga jatuh Rp 1.500 per kg," kata AMran di Kementerian Pertanian, Ragunan, Senin (19/9).
Amran menegaskan petani dapat beralih pekerjaan apabila pasokan pangan ditutupi dari impor. Parahnya lagi, petani bisa menjadi pelaku kriminal yang membahayakan semua orang.
"Bisa jadi mereka kontribusi gabung ke Gafatar, Begal, Santoso cs, 40 kan pengikutnya (petani), bikin pusing tidak? Ini jutaan petani, tidak ada jalan lain kecuali membuat petani menjadi sejahtera," kata Amran.
Untuk itu, Kementan menyiapkan anggaran Rp 2,1 triliun untuk mengembangkan lahan jagung dengan luas 724.000 hektar yang tersebar di 29 provinsi. "Lahannya sudah siap seluruh provinsi, yang besar Jatim, Lampung, Sulsel, Gorontalo, baru saja dari Maluku," tegasnya.
Amran menambahkan tahun ini Kementan membuat program intergasi antara jagung-sawit, jagung-hutan, jagung-perhutani, jagung-kelapa.
"Contoh Sumbar, 300.000 hektar sawit dengan jagung itu sukses, biasanya panen rumput di tengahnya sekarang panen jagung 13.000 ton karena berhasil kami tingkatkan, ada sekarang kurang lebih 40.000 ha. Kemudian Di Gorontalo, tanam jagung di tengah kelapa. Jatim dan Jateng, tanam jagung di tengah tanaman industri. Ini kita optimalkan," pungkasnya.
(mdk/sau)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya