Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mentan ingin jadikan Kepri pemasok pangan organik dunia

Mentan ingin jadikan Kepri pemasok pangan organik dunia Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginginkan Kepulauan Riau (Kepri) dijadikan lumbung pangan organik yang memproduksi beras, sayur dan buah-buahan organik. Bahkan, Amran berencana akan membangun 10.000 hektare lahan pertanian organik di kawasan tersebut.

"Jadikan Kepri ini menjadi lumbung pangan organik. Brunei hanya punya 1.000 hektare lahan pertanian organik. Kita bangun di sini 10 ribu hektare," ujar Amran seperti dilansir Antara, Rabu (7/9).

Menurut Amran, apabila lahan tersebut dapat dikelola dengan baik maka akan menjadi nilai tambah bagi petani sehingga pangan organik tersebut dapat di ekspor ke negara tetangga. Dirinya juga telah menyiapkan anggaran untuk realisasi pembukaan 4.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Kepri.

"Kepri dapat membuat pengaturan pertanian modern satu petak mencakup 10 sampai 20 hektare sawah sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien," ucap Amran.

Amran melihat, Kepri merupakan kawasan strategis yang menjadi pintu gerbang Indonesia menghadapi negara tetangga dalam komoditas pertanian, seperti Thailand, Myanmar, dan Vietnam.

Dengan begitu, Indonesia akan menjadi pemasok bahan pangan organik yang sulit disaingi negara lain dan menjadi peluang kesejahteraan petani, lantaran memiliki harga jual tinggi hingga 10 kali lipat ketimbang bahan pangan non organik.

"Biayanya mungkin bisa lebih mahal Rp1.500-2.000 per kilogram, tetapi dijual bila perlu beras (organik) Rp100.000 per kilogram. Kami ekspor kemarin ke Belgia harganya Rp90.000 atau sekitar 6 euro. Uang yang berputar bisa dapat Rp6 triliun untuk petani," ujar Amran.

Adapun negara lainnya yang menjadi tujuan ekspor beras organik, antara lain Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Uni Emirat Arab.

Ke depan, pihaknya meminta Dinas Pertanian Provinsi dapat mengirim petugas untuk survei jenis beras yang banyak dikonsumsi di Singapura untuk dikembangkan di Kepri.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP