Ini solusi menhub dan Pelindo pangkas dwelling time
Ini solusi menhub dan Pelindo pangkas dwelling time. Pertama pembenahan internal pelabuhan. Kedua, pemerintah akan mengkaji dan mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk mendukung upaya penurunan dwelling time. Terakhir, pemerintah mendorong penerapan pelayanan terpadu satu atap.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Pelindo I hingga IV hari ini mengadakan rapat pembahasan solusi persoalan waktu bongkar muat pelabuhan (dwelling time). Hasil rapat menyepakati tiga langkah yang akan ditempuh pemerintah dan otoritas pelabuhan.
Pertama pembenahan internal pelabuhan. Pelindo diminta untuk melengkapi peralatan penunjang yang masih kurang.
"Kita tidak masalah dengan kekurangan. Ngomong terus terang. Selama ini mengaku punya empat padahal satu. Kita mau cek alatnya berapa, jadi kita mau ajak keterbukaan," ucap Menteri Budi Karya di Jakarta, Sabtu (17/9).
Kedua, pemerintah akan mengkaji dan mengeluarkan kebijakan yang tepat untuk mendukung upaya penurunan dwelling time. Terakhir, pemerintah mendorong penerapan pelayanan terpadu satu atap.
Menhub Budi yakin dengan tiga hal tersebut akan mampu mencapai target dwelling time yang diinginkan. Untuk menyelesaikan persoalan itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kapolri dan Pelindo untuk memenuhi target dwelling time menjadi 2 hari.
"Di pelabuhan itu ada beberapa tahapan yakni, pre-clearance, clearance, dan post-clearance itu domainnya memang bukan hanya Pelindo ada 18 instansi di pelabuhan. Kalau pre-clearance itu Bea Cukai, tapi kalau post-clearance itu memang kewenangan Kementerian Perhubungan dan Pelindo," jelasnya.
Baca juga:
Menhub Budi janjikan masalah dwelling time selesai dalam sebulan
Akhir pekan, menhub rapat dengan Pelindo cari solusi dwelling time
Ekonomi masih sulit, ini tugas khusus dari Jokowi untuk para menteri
Cara Menhub jalankan perintah Jokowi tekan dwelling time jadi 2 hari
Jokowi marah dwelling time di Pelabuhan Belawan masih 7 hari
Cara Kemendag bantu Jokowi tingkatkan kemudahan berbisnis Indonesia
Ini penyebab banyaknya kontainer menumpuk di pelabuhan Indonesia